Tags

, , , , , , , ,


Mbah Towirejo, pembatik tua dari Dusun Jantran, desa Pilang Kecamatan Masaran

ADA anggapan bahwa mereka yang berusia 50-an tidak dapat mengejar kesuksesan kerja. Anggapan itu sepertinya terlalu berlebihan, karena tak sedikit diantaranya yang justru makin bersinar di usianya yang sedikit lanjut usia tersebut. Teringat peribahasa, “tua-tua kelapa, makin tua makin bersantan” begitulah mengibaratkan mereka yang sudah berumur, namun masih tetap produktif dan berkarya. Salah satunya dengan ‘menjual’ pengalaman dan keistimewaan unik yang dimilikinya.

Penulis: Ya’ Muhammad Maulidin

Hasil wawancara penulis dengan saya untuk “FOR HER” Pontianak Post terbit Senin, 18 Juni 2012. Original text: Semangat Berkarya di Usia Lanjut.

Pensiun akan tiba waktunya jika bagi Anda yang memang setia menunggu masa itu tiba. Selagi bekerja tentu tidak ada salahnya pula merencanakan apa yang akan Anda lakukan setelah masa pensiun. Perencanaan ini mungkin nanti akan benar-benar Anda realisasikan. Ya, sebatas untuk mengisi hari-hari dimana tidak ada lagi aktivitas kantoran yang harus Anda jalani sebagai sebuah kewajiban.

Tak sedikit diantara mereka paa pensiunan atau yang sudah berusia 50an masih aktif berkarya, sembari menyukseskan dirinya. Usia yang sudah lanjut tidak menghalangi untuk berada diluar sana. Bukan hanya untuk meraih sebuah keberuntungan, tapi lebih kepada penawaran diri yang telah cukup lama memiliki banyak pengalaman dan keahlian di bidangnya. Atau mungkin Anda ingin menekuni passion yang lain? Tentu ini bukan sebuah perkara besar, Anda pasti bisa mewujudkannya.

Usia yang sudah senja, bukan berarti semangat juga mulai meredup. Penegasan itulah yang diungkapkan Psikolog Maria Nofaola, S.Psi, M.Psi bahwa hilangnya semangat tidak semata dikarenakan oleh usia yang sudah lanjut. “Semangat masing-masing orang beda, ya! Gak bisa juga kita bilang sudah tua lalu semangatnya menurun,” tutur Olla, ia akrab disapa. Justru ketika sudah tua, pengakuan akan pribadi dan aktualisasi seseorang juga mulai muncul. Kemunculan aktualisasi diri ini dikarenakan pengaruh aktivitas yang lebih banyak dihabiskan di rumah.

Menurut Psikolog yang bekerja di Dinkes Kota Pontianak ini, faktor kebiasaanlah yang mempengaruhi hal ini terjadi. “Jadi diam di rumah itu enggak enak, seperti itu. Karena sudah kebiasaan bangun pagi lalu ke kantor, tiba-tiba harus berdiam diri di rumah saja, jelas pasti ada yang beda,” jelas Olla pada For Her. Beragam motivasi muncul seiring dengan keinginan untuk berkarya lagi. Bagi Olla, ini lebih kepada pemikiran pribadi masing-masing, “bisa jadi karena uang pensiun yang dirasa kurang cukup atau mungkin ingin menujukkan bahwa dirinya masih bisa berkarya meski sudah tak lagi muda,” ujarnya.

Atas dasar itulah, maka tak sedikit mereka yang sudah pensiun lebih memilih untuk melakukan sesuatu dan berkarya di usia lanjutnya. Bahkan para pekerja tua ini, kata Olla, ”Mereka cenderung memperlihatkan kekuatan yang lebih mantap dan memiliki kedewasaan karena telah begitu kenyang pengalaman dalam mengelola berbagai tuntutan situasi,” ujarnya. Kepercayaan seseorang terhadap kemampuan diri sendiri inilah yang menurut Olla, memiliki pengaruh penting terhadap yang terjadi setelah masa pensiun. ”Karena kemampuan tadi, dengan mudah pula pihak lain akan melirik Anda untuk diambil dan dapat posisi di perusahaannya,” cetusnya. Seorang pekerja yang memiliki setumpuk pengetahuan dan ketrampilan selama riwayat kerja yang panjang akan mempunyai banyak hal untuk ditawarkan. Ia bisa memanfaatkan semua ketrampilannya dan menggali kompetensi sepanjang waktu dalam sebuah lingkungan kerja.

Selain itu, diakui ataupun tidak, usia memang memberikan kebijakan. Dan pekerja yang lebih tua ini diyakini akan lebih mengerti dan menghargai nilai tanggung jawab. ”Nilai tanggung jawab tentu sudah dilahap habis olehnya, apalagi mereka memang sudah kenyang pengalaman hidup dan pengalaman bekerjanya,” jelas alumnus UGM Yogyakarta ini. Orang yang berkarir di usia lanjut tentu kedewasaannya sudah ada dan dapat mengelola tuntutan situasi dengan cukup baik.

Dan yang pasti, pekerja berpengalaman mengerti dan menyadari bahwa tanggung jawab adalah komponen yang penting untuk mengantar pada sukses profesional. Olla menyarankan, bagi Anda yang akan memang memutuskan untuk kembali berkarir di usia lanjut, tentu akan berbeda-beda pula usaha apa yang akan ditempuh. Dasar dari penentuan jenjang karir ini adalah lebih kepada aktualisasi diri. “Dia punya keahlian tertentu dan ia ingin menunjukkan itu!” ucapnya.

Sadar Kesehatan Diri

Sudah pasti setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam mencerna maupun berpikir. Begitu pula ketika usia sudah mulai lanjut. Kepikunan pastilah akan melanda. Seperti yang dikatakan Maria Nofaola bahwa kepikunan seseorang memang akan terjadi nantinya, tapi untuk tahapannya tentu akan tidak sama. ”Setiap orang kan beda-beda, berkurang sudah pasti, ada yang cepat ada orang yang lambat. Tapi ada juga yang masih bertahan meski sudah berumur,” beritahunya.

Point penting untuk Anda yang ingin melanjutkan karir di usia senja ialah dengan menyadari terlebih dahulu kondisi fisik sendiri. ”Mereka harus ingat dan menyadari bahwa fisik tidaklah sekuat masa muda dulu,” ucapnya. Karenanya tentu harus juga memahami pekerjaan yang dijalankan saat di usia lanjut ini, dan bukannya menempuh kondisi karir yang terlalu rumit dan berat. ”Berpikir terlalu berat harus Anda hindari, tentu ini sejalan dengan pekerjaan apa yang ingin Anda geluti setelah pensiun ini,” pungkasnya. **

Thanks for the interview, Ya’ Muhammad Maulidin.