Tags

, , , , , , ,


Hari Natal akan segera tiba, waktunya Anda memberikan tanda sayang berupa hadiah bagi orang-orang tercinta si sekitar Anda, khususnya si buah hati. Hadiah Natal tak perlu sesuatu yang mahal. Justru yang paling penting adalah arti di balik hadiah tersebut, dan itupun tak harus identik dengan barang. Dengan meluangkan waktu merayakan momen natal bersama-sama, sudah merupakan kado natal terindah yang istimewa untuk perkembangan si buah hati di masa pertumbuhannya.
Penulis: Anggita Anggriana

Hasil wawancara penulis dengan saya untuk “FOR HER” Pontianak Post terbit Rabu, 21 Desember 2011. Original artikel:  Kado Natal untuk Anak, Perlukah?

Hari Natal bagi anak-anak merupakan hal yang sangat menyenangkan. Berkumpul dan bergembira bersama keluarga tentunya menjadi momen yang akan selalu dikenang oleh si kecil. Salah satu yang paling ditunggu oleh anak adalah hadiah natal yang diberikan kita sebagai orang tua. Namun ada baiknya mulai dari sekarang Anda mulai memberikan pengertian kepada si kecil tentang makna hadiah natal yang sesungguhnya.

Menurut Maria Nofaola, S.Psi, M.Psi, Psikolog, essensi dari Hari Natal itu sendiri lebih dari sekedar menerima hadiah yang diberikan oleh para orang tua terhadap anaknya, tapi lebih kearah kasih sayang dan kebersamaan para anggota keluarga untuk dapat merayakan momen istimewa tersebut, dengan cara berkumpul bersama dan berbagi kasih sayang. “Cukup dengan memberikan pengertian secara sederhana, bahwa hadiah Natal adalah hadiah atas perilaku dan ucapan baik sang buah hati selama ini,” ujar perempuan yang aktif menulis di majalah Psikologi Plus ini.

Memberi hadiah Natal untuk si buah hati lebih baik yang sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhannya, bukan hanya sekedar menjadi keinginannya semata. Misalnya, orang tua mulai lebih bijaksana untuk memilih hadiah yang berupa education buat pola pertumbuhan si buah hati. “Selain mendapatkan hadiah, anak juga mendapatkan ilmu pembelajaran dari hadiah yang diterimanya,” cetusnya. Bahkan orang tua juga dapat mengajari buah hati untuk belajar saling memberi di momen hari Natal dengan saudara-saudaranya yang kurang mampu. “Ini merupakan salah satu pembelajaran untuk anak dalam menumbuhkan rasa toleransi dalam dirinya. Serta mengajari anak untuk belajar bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta atas anugerah yang telah diberikannya,” jelas pegawai di Dinas Kesehatan Kota Pontianak ini. Karena pada dasarnya sambung Olla – biasa ia akrab disapa, di Natal sendiri sebenarnya tak ada namanya memberi hadiah, semua terangkum dari budaya luar dan akhirnya menjadi suatu tradisi yang kerap dilakukan disaat Natal tiba.

Namun kalaupun Anda hendak memberi kado natal kepada anak, Olla mengatakan hal itu sah-sah saja. Hanya saja yang perlu diingat, “hadiah akan semakin bermakna jika sesuai dengan kebutuhan si anak,” ujar lulusan S2 Profesi di Universitas Gajahmada Yogyakarta ini. Karenanya, jangan malas untuk mencari tahu, bahkan bertanya langsung kepada sang anak. Selain Anda mengetahui apa yang menjadi kebutuhannya, Anda juga menciptakan komunikasi yang baik dengan buah hati. Hari Natal pun akan menjadi lebih istimewa jika Anda mulai mengajari si buah hati dari usia dini tentang makna hadiah Natal yang sebenarnya, bukan pada hadiah Natal apa yang akan Anda berikan nanti. “Hari Natal bisa menjadi saat yang tepat bagi kita khususnya para orang tua untuk mengajari si buah hati pada banyal hal. Natal bukan masalah hadiah, makanan, baju baru, atau pestanya. Ada makna lain yang yang harus ditanamkan pada si buah hati bahkan di usia anak yang masih dini. Yaitu untuk dapat saling berbagi, mengasihi dan menghargai sesama manusia dengan jauh lebih baik lagi,” bebernya menutup pembicaraan dengan For Her. **