Tags

, , , , , , , , , , ,


Apakah Anda masih berpikir bahwa seorang mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) tidak mungkin sukses berwirausaha? Mungkin karena alasan berpendidikan rendah, tidak berpengalaman, dan tidak punya modal usaha yang cukup, sehingga Anda tidak berani berpikir tentang kesuksesan itu. Merasa cemas, takut gagal, dan tidak percaya diri untuk berwirausaha merupakan hal yang wajar. Perlu Anda ketahui, bahwa dengan mengetahui alasan-alasan tersebut artinya Anda telah menyadari kekurangan-kekurangan pada diri Anda sehingga koreksi, ide, saran dapat ditujukan kepada Anda. Satu saran bagi Anda ialah sebaiknya Anda menghentikan pikiran negated tentang diri Anda sendiri “Mantan TKI nggak mungkin sukses.” Kesuksesan itu aka nada apabila kita mau bekerja cerdas secara tekun.

Ketika dihadapkan pada pilihan yang membingungkan; memilih meninggalkan keluarga dan bekerja di luar negeri atau hidup bersama keluarga dalam kesesakan ekonomi, tentunya bukan situasi yang nyaman. Dilematis. Satu sisi kita ingin keluarga dapat hidup layak, anak-anak bisa mengenyam pendidikan, namun di sisi lain kita sadar bahwa meninggalkan anak tanpa kasih sayang dan perhatian akan memberikan efek buruk bagi perkembangan mentalnya. Ketika pilihan itu jatuh pada pekerjaan, tentu kita harus menanggung konsekuensi lainnya, yaitu anak yang akan tumbuh tanpa kasih sayang ibu atau bapak, bahkan mungkin kedua orang tuanya.

Menjadi TKI, lebih spesifik lagi sebagai seorang tenaga kasar, dengan penghasilan jutaan (dalam Rupiah) merupakan tawaran yang menggiurkan. Melilih pekerjaan itu pun tidak salah, justru merupakan hak asasi setiap orang. Hal ini bahkan sudah tercantung dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Pasal 38 ayat (2) tentang Hak Asasi Manusia yang menegaskan bahwa warga negara juga berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya.

Memang, idealnya kita bekerja di tanah air sendiri. Namun kenyataannya sulit sekali mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak dan mencukupi. Majikan pun hidupnya pas-pasan, bahkan masih butuh meminjam uang di bank untuk mencukupi beberapa kebutuhan hidupnya. Ironis, bukan?

Memilih pekerjaan sebagai pekerja kasar di luar negeri adalah hak setiap orang. Tapi, apakah harus selama-lamanya menjadi buruh dan pekerja kasar? Tentu saja tidak. Alangkah baiknya jika kita punya target atau batasan berapa lama dan berapa banyak uang yang akan kita kumpulkan. Anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa haruslah tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya agar kelak tumbuh menjadi orang dewasa yang berkualitas baik.

Nah, apa yang akan kita lakukan setelah selesai bekerja di luar negeri?
Setelah menyelesaikan kontrak kerja di luar negeri, Anda dapat berwirausaha di Indonesia. Berikut ini ialah panduan praktis berwirausaha:

1. Ubah sikap

Mengubah sikap, artinya Anda bersedia mengubah perasaan, cara berpikir, dan tindakan. Merasa takut, cemas, tidak percaya diri adalah hal yang wajar. Namun, Anda harus mau mengubahnya menjadi tidak cemas dan takut lagi, serta lebih percaya diri. Mengubah cara berpikir, artinya Anda mulai berpikir bahwa dengan berwirausaha Anda pasti bisa berhasil. Anda berpikir secara positif bahwa dengan berwirausaha Anda dapat berkumpul bersama keluarga dan membesarkan anak-anak dengan kasih sayang. Anda dapat melihat perkembangan anak-anak; apakah ada perilaku yang tidak baik, apakah ia nilai-nilainya menurun, semua dapat diketahui. Dengan demikian, Anda pun turut berkontribusi dalam mendidik anak-anak menjadi individu yang berkualitas baik bagi Negara. Mengubah tindakan, artinya Anda yang tadinya tidak bersemangat menjadi lebih ceria dan bersemangat dalam menjalani aktivitas baru. Mengubah sikap menjadi positif tandanya Anda siap menjalani pekerjaan baru untuk menjadi seseorang yang sukses.

Ubah Sikapmu (sumber: karya pribadi)

2. Gaji = modal usaha

Gaji sebagai TKI harus ada yang disisihkan untuk menjadi modal usaha. Jangan pernah berpikir membuka usaha itu membutuhkan modal yang bombastis; sangat banyak, sehingga Anda merasa tidak mampu menjalankannya. Anda bisa memulai usaha kecil dengan modal yang Anda miliki. Untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi, Anda bisa meminjam uang di koperasi dan bank.

3. Mau belajar

Berpendididikan rendah bukanlah halangan bagi seseorang untk menjalankan suatu usaha, namun kita harus terus belajar. Belajar juga tidak harus formal di bangku kuliah. Anda bisa belajar dari pengalaman orang lain. Anda bisa bertanya dengan rendah hati. Memang tidak semua orang akan “membocorkan” rahasia suksesnya bagi Anda, namun percaya lah semakin banyak orang yang Anda tanya, maka semakin banyak pula ilmu dan pengalaman dari semua orang itu. Belajar pun bisa melalui buku-buku atau pun lewat internet.

4. Lakukan dengan tekun

Penjualan awal menghasilkan keuntungan yang sedikit, teruslah berusaha dengan tekun. Untuk memperoleh hasil yang maksimal kita butuh ketekunan; butuh waktu yang panjang. Ingat bahwa usaha ini adalah untuk jangka panjang, jadi pikirkanlah hasil ke depan. Anda cermati apa saja yang kurang sehingga harus ditambah, apa saja yang perlu diperbaiki; mungkin layanannya kurang memuaskan atau produknya yang kurang berkualitas.

5. Berdoa dan yakin pasti sukses!

Berdoa adalah aktivitas mental dimana kita berdialog dengan Tuhan yang telah memberikan kita kekuatan untuk menjalankan hidup. Yakin bahwa Anda akan sukses merupakan kalimat motivasi yang akan mendukung diri Anda dari dalam.

6. Jangan pernah lagi berpikir “Mantan TKI nggak mungkin sukses”.