Tags

, , , , , , ,


Ayah dan Bunda mungkin ada yang lagi bingung memilih mainan apa untuk anak-anak di rumah. Ternyata menurut Safe Kid USA, organisasi yang bergerak mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan pada anak, memilih mainan itu tidak semudah yang dipikirkan. Ada beberapa hal, loh, yang harus diperhatikan jika ingin membeli mainan.  Apa aja, sih?

Mainan yang aman.

  • Sebelum membeli mainan, pertimbangkan terlebih dahulu usia anak, apa yang ia sukai, dan bagaimana kemampuannya.
  • Ketika berbelanja, baca dulu labelnya. Cari mainan yang berkualitas baik dan menyesuaikan usia anak, kemudian baca tentang informasi keamanannya pada label peringatan.
  • Pertimbangkan lagi jika ingin membeli mainan dengan bagian-bagian yang kecil, apakah mengandung resiko tertelan pada anak-anak yg masih kecil.

Periksa mainan secara berkala.

  • Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan agar kita mengetahui kerusakan-kerusakan pada mainan anak. Jika ada pecahan kecil, tentu ini menimbulkan resiko tertelan.
  • Segera perbaiki mainan yang rusak. Jika perlu jauhkan atau buang mainan yang telah rusak agar tidak digunakan lagi oleh anak.

Perhatikan mainan yang berbahaya.

  • Anak kecil sebaiknya tidak bermain dengan mainan yang bersenar atau berkawat, karena dapat tercekik.
  • Mainan elektronik memiliki potensi bahaya terbakar atau tersetrum. Anak-anak di bawah usia 8 tahun sebaiknya tidak menggunakan mainan berlistrik atau baterai.

Perhatikan anak ketika bermain dan tunjukkan cara bermain yang baik.

  • Perhatikan anak-anak ketika menunggangi mainan, menggunakan mainan yang ada bola kecil, magnet, listrik atau baterai, senar, kawat, roda, dan benda lainnya yang mengandung resiko.
  • Perhatikan anak dengan seksama. Artinya, menjaga anak-anak di dalam pantauan kita. Jika tidak dapat dipantau, sebaiknya ambil mainan yang berisiko.

Pastikan anak bermain di tempat yang aman.

  • Mainan untuk ditunggangi sebaiknya tidak digunakan di dekat tangga, di jalan raya, atau di kolam renang. Hal ini menimbulkan bahaya yang berarti apabila anak terjatuh dari mainan.
  • Awasi anak saat bermain. Permainan akan menjadi lebih bernilai jika melibatkan orang dewasa dan ada interaksi dengan teman sebaya daripada hanya dilihat dari jauh.

Pastikan mainan ditaruh dengan aman.

  • Ajarkan anak untuk mengemaskan mainannya setelah selesai bermain.
  • Pastikan kotak mainan yang besar tidak bertutup atau jika bertutup, engselnya harus dalam kondisi baik.

Sumber:

  • No name. (n.d). Tips To Prevent Toy Injuries. Safe Kids USA. Retrieved on September 1, 2012 onhttp://www.safekids.org/assets/docs/safety-basics/safety-tips-by-risk-area/tips-to-prevent-toy-injuries.pdf