Tags

, , , , , , , ,


YANG namanya hubungan asmara pasti pernah terjadi pasang-surut. Terkadang begitu mesra hingga lupa dunia, tapi kadang juga sangat renggang. Bila sudah demikian, tak ada salahnya memikirkan untuk menjalani ‘break’ terlebih dulu. Anda dan pasangan tak perlu melakukan kontak, agar bisa saling fokus intropeksi diri dan meredam emosi.

Penulis: Ya’ Muhammad Maulidin
Hasil wawancara penulis dengan saya untuk “FOR HER” Pontianak Post terbit Sabtu, 25 Agustus 2012. Original artikel klik: “Kita Break Dulu, Ya”.

Sudah berapa lama Anda menjalani kisah cinta dengan pasangan? Baru beberapa bulan, setahun atau sudah bertahun-tahun? Banyak pasangan yang sudah lama bertahan, namun pasti akan sampai pada titik jenuh yang sebenarnya. Setiap hubungan pasti pernah mengalami masalah yang rumit sekalipun. Putus bukanlah jalan satu-satunya dalam menyelesaikan masalah. Dalam masa-masa genting itu, break merupakan keputusan yang tepat untuk diambil.

Kebosanan dalam berpacaran dikarenakan itu-itu saja aktivitas yang dijalani atau tidak ada perubahan yang signifikan dalam berhubungan, bisa mungkin menjadi penyebabnya. Saat kita menjalani hubungan asmara dan sudah dalam tahapan ‘bosan,’ kadang break menjadi kata yang tercetus untuk mencoba menghilangkan kebosanan tersebut. Ya, kata ini menjadi momok yang selalu menghantui Anda dan pasangan. Namun, sebenarnya ada juga beberapa manfaat break dalam percintaan.

Kebanyakan dari mereka yang memilih break karena ingin memperoleh rasa yang baru dalam berhubungan, Psikolog Maria Nofaola, S.Psi, M.Psi membenarkan hal ini. Menurutnya, dalam berhubungan ada perasaan bosan yang menghampiri sehingga membutuhkan hal-hal baru. “Taste atau rasa yang baru pasti diinginkan setiap pasangan,” ujarnya. Mengingat kejenuhan dalam berhubungan memang tidak bisa dielakkan lagi. Olla, begitu psikolog ini akrab disapa menegaskan, kejenuhan tersebut bisa dikarenakan terlampau sering bertemu. “Pasangan yang long distance relationship saja bisa putus, apalagi yang sudah sangat sering bertemu,” tambahnya menjawab For Her.

Menurut Staf PNS di Dinas Kesehatan Kota ini, perlu diingat saat Anda dan pasangan memutuskan untuk break dalam berhubungan ialah jangan tergopoh-gopoh untuk segera ambil keputusan. “Waktu memang sangat diperlukan untuk Anda dan pasangan berpikir. Namun terlalu buru-buru dalam mengambil keputusan juga akan berakibat pada penyesalan,” ucapnya mewanti-wanti. Selama proses break ini, Anda dan pasangan memang harus membuat komitmen, terlebih bila sudah begitu lama menjalin kasih. Bisa saja break karena memang sudah bosan dengan pasangan. “Pasangan yang break karena bosan, biasanya akan berusaha menjaga jarak karena memang untuk melihat sejauh mana ini akan bekerja,” ucapnya.

Memang biasanya saat Anda berdua tengah berunding untuk memutuskan hal ini, ada pertengkaran hebat. Ada baiknya memang selama break, Anda juga bisa berhenti sejenak dari setiap pertengkaran yang mungkin akan terjadi. Biasanya juga setiap bertemu, kemudian mudah saja tersulut untuk bertengkar hinga berulang-ulang. “Menenangkan diri dulu memang jadi langkah baik agar otak semakin jernih untuk memikirkan kelanjutan hubungan tersebut,” jelasnya. Anda dapat memikirkan kembali tentang masalah yang dihadapi dan menjadi lebih tenang. Break ini juga dapat menghindarkan dari pertengkaran yang lebih hebat.

Olla mengungkapkan, break sebenarnya adalah untuk membuka ruang satu sama lain. “Terlalu intens berhubungan bisa quality time sendiri terbuang karena berdua terus kemana-mana,” ucapnya. Break dapat jadi ruang untuk kembali melepaskan diri kepada ruang bermain Anda. Kerinduan pada kesenangan pribadi akan terobati. Selama masa break, pasti Anda dan pasangan akan membangun jarak, entah untuk tidak bertemu terlebih dahulu atau membatasi waktu pertemuan. “Manfaatkan hal ini, ruang yang Anda buat berdua tadi menjadi waktu untuk beristirahat sejenak dari kebosanan dan kepenatan hubungan yang selama ini terjalin,” pungkasnya. Dan Anda pun punya cukup banyak waktu untuk mengoreksi diri sebagai seorang individu yang bebas, bukan individu yang terikat. Sehingga Anda bisa membenahi diri dan lebih mengenal bagaimana karakter diri sesungguhnya.