Tags

, , ,


Talk Show PR 876 (Psikologi Remaja di Radio KITA 87,6 FM Pontianak), Selasa 5 Februari 2013

narcoticsAwal tahun 2013 kita mendengar ada artis papan atas – yang dikenal memiliki jam terbang tinggi dan etos kerja yang oke banget – tersandung kasus narkoba. Wah, rasanya mustahil kalau artis dengan kualitas kerja oke seperti itu menggunakan narkoba. Penampilannya saja masih keren, tidak pernah terlihat lusuh atau mabuk, bahkan tidak nampak seperti pemakai narkoba. Nah, apa yang dia pakai, mengapa dia menggunakan, tentunya menjadi bahan obrolan kita dikala waktu senggang bersama teman-teman kita. Ayo, kita kupas satu per satu.

Narkoba singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya. Istilah lainnya Napza, yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif.

Narkotika (Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 1997 tentang narkotika) adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan dalam berbagai golongan atau tingkatan. Yang termasuk golongan narkotika ini antara lain: heroin, kokain, ganja, morfin, kodein.

Narkotika dibedakan dalam golongan-golongan:

* Narkotika Golongan I; yaitu narkotika yang digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Contohnya: heroin/putaw, kokain, ganja.

* Narkotika Golongan II; yaitu narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan untuk terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contohnya: morfin, petidin.

* Narkotika Golongan III; yaitu narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contohnya: codein.

Psikotropika (menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1997) adalah zat kimia atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkoba, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, termasuk pikiran dan emosi serta menyebabkan sindrom ketergantungan. Golongan ini meliputi ekstasi, shabu-shabu, obat penenang/obat tidur, obat anti depresan dan diazepam.

Narkotika dibedakan dalam golongan-golongan:

* Psikotropika Golongan I; mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Contohnya: ekstasi, shabu, LSD.

* Psikotropika Golongan II; mempunyai potensi tinggi menimbulkan ketergantungan. Contohnya: amfetamin, metilfenidat, ritalin.

* Psikotropika Golongan III; mempunyai potensi sedang menimbulkan ketergantungan. Contohnya: pentobarbital, flunitrazepam.

* Psikotropika Golongan IV; mempunyai potensi ringan menimbulkan ketergantungan. Contohnya: diazepam, bromazepam, fenobarbital, klonazepam, klordiazepoxide, nitrazepam; seperti di pil KB, pil koplo.

Zat adiktif (menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1997) lainnya meliputi sejumlah zat yang dapat mengakibatkan ketagihan/adiksi dan rasa ketergantungan seperti zat salvan termasuk mikodansia (aseton, tiner cat, alkohol, cafein).

Menurut efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan, NAPZA dapat digolongkan menjadi tiga golongan:

  • Golongan depresan (downer), contohnya: Opioida, sedatif, hipnotik (obat tidur), dan tranquilizer (anti cemas dan lain-lain).
  • Golongan stimulan (upper), contohnya: amfetamin (shabu,ekstasi), kafein, kokain.
  • Golongan halusinogen, contohnya: kanabis (ganja), LSD, Mescalin.

Nah, bagaimana dengan mengkonsumsi bir, minum kopi, dan merokok?

Ya, rokok, minuman beralkohol, serta kopi zat adiktif. Namun, hal ini tidak dilarang. Penggunaannya harus sewajarnya dan tidak menimbulkan adiksi atau ketergantungan. Ketergantungan ini  akan ‘mengganggu’ fisik dan mental kita. Meskipun tidak dilarang, penggunaan zat adiktif ini harus dikontrol.

Lalu mana bahan/obat/zat yang dilarang dan mana yang tidak?

Masing-masing penggunaan bahan/obat/zat tersebut diatur. Ada yang sama sekali dilarang, ada yang harus dengan resep dokter, ada yang diperjual belikan secara bebas, dan ada yang dengan batasan umur.

  • Sama sekali dilarang ialah jenis narkotika golongan I dan psikotropika golongan I
  • Penggunaan dengan resep dokter, seperti amfetamin, sedatif, dan hipnotika
  • Diperjual belikan secara bebas, seperti lem dan tiner
  • Ada batas umur dalam pengguaannya, contohnya alkohol dan rokok

Narkoba tersebut apabila digunakan sesuai dengan fungsinya tidak menimbulkan bahaya, tetapi jika sudah disalahgunakan menjadi ketergantungan, menjadi pecandu, dan apabila pemakaiannya terus menerus dapat merusak syaraf, paru-paru, dan lever.

Mengapa Remaja Tertarik dengan Narkoba?

Sesungguhnya tidak hanya remaja yang tertarik dengan narkoba. Orang dewasa dan sudah memiliki karir pun masih ada yang mengincarnya. Tentunya dengan jenis dan tujuan tertentu. Namun, berbeda dengan remaja. Terkadang para pengguna yang masih remaja ini  menggunakannya dengan tujuan have fun saja, solidaritas pertemanan, ingin diterima lingkungan, dan dianggap gaul saja. Ya, diusia remaja, memang hal inilah yang sedang berkembang.

Apakah Ketergantungan pada Narkoba Dapat Disembuhkan?

Ya, dengan penanganan yang serius menggunakan terapi obat (farmakoterapi) dan psikoterapi, kecanduan dapat ditangani dan disembuhkan. Namun, lamanya kesembuhan seseorang untuk pulih dari ketergantungannya akan

Jika Ingin Berhenti Menggunakan Narkoba, Saya Harus Menghubungi Siapa?

Silakan teman-teman datang dan berkonsultasi ke psikiater di Rumah Sakit terdekat. Disana teman-teman akan ditanya dan akan dijelaskan prosedur lebih lanjut, baik itu cara terapi, apa yang harus dilakukan, dsb.

Bagaimana Cara Menyikapinya Teman yang Menggunakan Narkoba?

Coba beri informasi yang tepat tentang bahaya narkoba, ajak dia berpikir tentang efek samping, akibat, dan konsekuensi yang akan diterima, serta berpikir tentang masa depannya. Bagaimana dengan masa depannya apabila ia ketergantungan dan sakit. Ajak teman untuk membuka diri dan memberitahukan orang tua akan perilakunya. Semakin dini ia membuka diri, maka harapan proses pemulihannya akan semakin besar.

Sumber:

Buku Pedoman Praktis Mengenai Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). (2001). Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.

Sri Kuntari. (2011). Menyingkap Tabir Penyebab dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba.