Tags

, , , , ,


Talk Show PR 876 (Psikologi Remaja di Radio KITA 87,6 FM Pontianak), Selasa 12 Februari 2013

Healthy and Fashionable ClothingTahukah kamu bahwa remaja menjadi papan sasaran para pemilik bisnis? Remaja menarik perhatian para pebisnis di bidang fashion, kosmetik, dan produk-produk yang  “kecantikan” lainnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada remaja dan mengapa mereka menjadi pusat perhatian dunia bisnis ini?

Seperti yang kita ketahui, masa remaja merupakan masa-masa yang unik. Di masa itu ada kegelisahan dan perubahan fungsi. Kata orang-orang, remaja sedang mencari jati diri. Masa remaja juga dikenal sebagai masa yang penuh gejolak, masa rumit, dan usia yang meresahkan orang tua. Kalau kamu adalah remaja, mungkin kamu akan kesal dengan pernyataan tersebut. Tapi, semua ini memang benar. Kita mau atau tidak mau,  harus menerima keberadaan proses tersebut. Itulah sebabnya remaja menjadi papans sasaran pebisnis. Alasannya karena di masa remaja itu seseorang memiliki minat yang tinggi terhadap fashion dan kosmetik.

Beberapa alasan remaja “mengejar” fashion:

  • Perubahan fisik. Hal ini membuat remaja ingin tampil menarik; berusaha menutupi kekurangan pada tubuhnya dan menunjukkan kelebihan yang dimilikinya.
  • Adanya daya tarik terhadap lawan jenis. Minat pada lawan jenis sudah muncul pada usia ini. Oleh karena itu, sudah ada usaha untuk menarik perhatian lawan jenis dengan penampilan fisik yang menarik.
  • Memasuki lingkungan sosial baru. Yang dimaksud lingkungan sosial baru ialah lingkungan orang dewasa. Remaja ingin dianggap sebagai individu dewasa dan ingin diterima di linkungan dewasa itu. Itulah sebabnya fashion yang mereka gunakan pun mulai beradaptasi ke arah dewasa. Remaja juga berusaha mengikuti standar budaya yang ada agar diterima oleh kelompok sebayanya.

Apakah pemenuhan akan fashionable ini sangat diperlukan bagi perkembangan remaja?

Kebutuhan akan pakaian tentu saja utama. Namun, fashionable yang diartikan mengikuti trend mode pakaian bukanlah kebutuhan yang utama. Tujuan remaja mengikuti trend ialah supaya diterima oleh lingkungan bergaulnya, terutama di kalangan remaja pemerhati tren juga. Namun, bagi remaja lainnya yang tergolong ‘simple’, mengikuti tren adalah sesuatu yang ‘tidak wajib’. Ada juga yang berpikir “yang penting modis meski ga’ ngikutin trend”.

“Fashion atau pakaian merupakan kebutuhan primer bagi semua orang, tak terkecuali. Tetapi, fashionable atau mengikuti tren mode terkini bukanlah hal utama.”

Memang benar bahwa mengikuti trend ini tidak selalu mahal dan menguras kantong remaja. Namun, remaja juga perlu tahu bahwa mereka juga harus memiliki modal yang cukup untuk itu. Lalu bagaimana dengan para remaja yang punya budged pas-pasan namun ingin tampil menarik? Nah, perlu diketahui juga bahwa menarik itu tidak selalu ngikutin tren. Berpenampilan menarik artinya kalian menggunakan pakaian yang penuh rasa percaya diri lalu asyik dipandang.

Mengapa ada remaja yang memilih tidak fashionable atau tidak mengikuti trend?

“Ga’ fashionable bukan berarti ga’ gaul”, itu ungkapan beberapa remaja. Ada remaja yang sudah menemukan bagaimana ia akan berpenampilan. Ia menyadari keterbatasan finansial Simple tapi asyik dan gaya. Ada yang memilih berpenampilan klasik, sehingga penampilannya tidak mudah ketinggalan zaman dari tahun ke tahun.

Apakah remaja yang tidak fashionable ini “menyimpang”?

Tentu saja tidak menyimpang, apabila hal itu merupakan keputusan dan disadari. Remaja sudah bisa menentukan pilihan untuk menggunakan pakaian seperti apa.