Tags

, , , , , , , ,


“Hari gini ga’ tahu Harlem Shake? Kemana aja, Lu?”

Kalau kamu mengaku anak muda, tapi tidak tahu Harlem Shake, sepertinya kamu lagi lupa bersosialisasi, deh. Harlem Shake sudah menjadi bahan obrolan hangat dimana-mana, terutama bagi para peselancar dunia maya. Coba saja kamu search kata “Harlem Shake” di internet, pasti kamu akan menemukan banyak berita dan video-video menarik tentangnya.

Asal Usul Harlem ShakeHarry Rodriguez Baauer
Musik Harlem Shake ini dilahirkan oleh seorang Disk Jockey dan produser musik muda bernama Harry Rodriguez pada bulan Mei tahun 2012 yang lalu. Pemuda 24 tahun kelahiran Pennsylvania yang akrab dipanggil Baauer ini pun tidak pernah mengira bahwa musik karyanya akan fenomenal seperti ini, bahkan musiknya terkenal dengan tarian dengan gerakan unik dan agak nyeleneh.

Lalu, siapa sesungguhnya yang memberi ide tarian “gila” itu?
Asal usul tarian Harlem Shake ini memang masih jadi perbincangan dan perdebatan disana sini. Tentu saja sesuatu yang menarik dan fenomenal akan diakui oleh banyak orang. Terlepas dari siapa “pencipta” tarian tak beraturan itu, tarian “gila” Harlem Shake ini mulai terkenal setelah diawali oleh video seorang komedian bernama Filthy Frank yang menari dengan kostum pink menggunakan musik Harlem Shake. Video tersebut menyebar dan akhirnya “menginspirasi” banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Bahkan, beberapa video sudah diseting dan dirancang dengan rapi.

Harlem Shake adalah tarian “gaya bebas”. Jadi, masing-masing orang bebas mengekspresikan dirinya sesuai irama Harlem Shake yang didengarkannya dengan gayanya masing-masing. Jika merasa malu, bisa menutupi wajah dengan helm, topeng, make up, dan bahkan menari sambil membelakangi kamera.

Jika kita perhatian tarian-tarian Harlem Shake di internet, kita dapat menyimpulkan mana video yang keren, mana yang lucu, mana yang aneh, dan mana yang garing alias nggak asyik untuk ditonton. Silakan kamu nilai sendiri.

Fenomena Harlem Shake dari sudut pandang psikologi
Banyak orang yang ada di sekitar saya mengomentari Harlem Shake sebagai tarian kesetanan (jangan-jangan ada yang menganggap ini tarian memuja setan) atau tarian gila. Mereka juga berpikir apakah orang-orang di zaman sekarang ini sudah mulai sakit jiwa atau “gila” sampai mau-maunya menari seperti itu di depan kamera, bahkan sampai disebarluaskan ke internet.

Dari sudut pandang psikologi, fenomena ini tidak berarti bahwa semakin banyak orang yang mengalami penurunan kualitas mental atau semakin banyak mengalami gangguan kejiwaan. Fenomena ini muncul didukung oleh beberapa faktor, antara lain:
• Tersedianya alat perekam. Beberapa tahun yang lalu kamera sangat sulit diperoleh. Harus menggunakan handycam dan proses transfer data pun membutuhkan alat dan kemampuan computer tersendiri. Namun, saat ini kamera sudah ada di telepon genggam dan laptop, dari kamera yang berkualitas rendah hingga berkualitas jempolan. Semua dapat diakses dengan mudah, selesai merekam kita pun bisa melihat hasilnya kembali.
• Kemajuan media komunikasi. Dengan pesatnya kemajuan media komunikasi seperti internet, segala sesuatu dapat disampaikan dengan cepat, bahkan ke semua pelosok penjuru dunia.
• Tarian Harlem Shake yang tanpa pola. Artinya, gerakan tarian Harlem Shake adalah gerakan bebas, tidak memiliki gerakan khusus, tidak terbatas pada tarian yang luwes atau kaku. Jadi intinya, selama orang mampu melakukan gerakan, itulah Harlem Shake.
• Adanya sikap pribadi terbuka. Artinya, sikap terbuka ini membuat orang mau dan bersedia menjadi pribadi yang apa adanya meski akan tampak lucu, jelek, dan aneh. Umumnya apabila seseorang yang menyadari bahwa dirinya tidak pandai menari, ia akan memilih diam dan tidak terlibat untuk menari. Namun dengan sikap terbuka, ditambah rasa senang, ditambah keinginan “melepas lelah” atau menyegarkan diri, ditambah lagi unsur “solidaritas” dan supaya ikut kompak bersama teman-teman, seseorang yang tidak pandai menari pun akan menggerakkan tubuhnya senyamannya.

Apakah memiliki pengaruh yang negatif?
Kita tidak dapat membuat kesimpulan umum apakah Harlem Shake memiliki pengaruh yang negatif atau positif. Jadi, baik buruknya tergantung isi video Harlem Shake yang diupload itu sendiri. Harlem Shake dapat memiliki pengaruh negatif, contohnya, apabila gerakan-gerakan yang dilakukan di atas meja dalam video Harlem Shake ditiru oleh seorang anak dilengkapi topeng pada wajah dan matanya, tentu saja perilaku ini akan berbahaya bagi anak tersebut karena ia bisa terjatuh dari meja makan di rumahnya. Contoh lainnya, apabila gerakan-gerakan dalam video Harlem Shake memiliki muatan porno aksi, tentu saja akan mempengaruhi penontonnya, terutama anak-anak.

Apabila kita melihat ke sejarah munculnya musik dan tarian Harlem Shake, tentu saja tidak ada yang salah dan keliru pada Harlem Shake. Harlem Shake bukan lah musik dan tariak yang mengajak melakukan suatu pemberontakan, ajaran sesat, atau perbuatan negatf lainnya. Semuanya murni karena proses berkesenian yang ditambah dengan ekspresi rasa senang. Seni music digital Harlem Shake bernuansa rancak dan gembira, oleh karena itu memang sangat pas digunakan disaat berkumpul dengan teman-teman untuk riang gembira.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan fenomena tarian unik ala Harlem Shake ini. Namun, kita perlu waspada terhadap isi videonya yang banyak diupload di internet, yang mungkin saja mengandung unsur porno aksi atau tindakan negatif lainnya dengan mengatasnamakan Harlem Shake”.

Sumber:
http://www.buzzfeed.com/svanapaper/baauer-the-man-behind-the-harlem-shakes-phenomen-8w5b
http://www.desiclub.com/community/culture/culture_article.cfm?id=1107
dan lain-lain