Tags

, , ,


Bosan. Jenuh. Kalau perasaan-perasaan itu muncul, hal itu wajar dan manusiawi. Terutama bagi kamu yang menjalin relasi dalam kurun waktu yang panjang. Tetapi, sebelum kamu benar-benar kehilangan perasaan, coba refleksikan kembali mengenai apa tujuan relasimu itu. Apabila kamu dan pasangan ingin berumah tangga dan hidup semati, kalian harus mencari cara untuk mengatasi kejenuhan itu secepatnya.

Beberapa hal yang menimbulkan rasa jenuh dalam relasi asmara:

  • Ada sifat dan sikap pasangan yang sudah tidak dapat kamu tolerir, misalnya terlalu protektif, terlalu posesif, terlalu manja, sering ngambek, sering marah, sering cemburu, dan terlalu yang lainnya. Rasa tidak suka itu kamu pendam sekian lama dan akhirnya terakumulasi (bertumpuk). Kondisi mental seperti ini membuat emosi-emosi negatifmu muncul. Salah satunya ialah emosi kejenuhan itu. Ini adalah kondisi terberat.
  • Melakukan aktivitas yang sama dalam waktu yang lama. Bayangkan…
  • Masih ada hal-hal yang kalian jaga, simpan, rahasiakan, dan tidak ingin diungkapkan secara terbuka. “Kalau bisa si dia tidak tahu,” pikir kalian. Kalian keliru, hal ini akan menyebabkan komunikasi kamu dan pasangan jadi kaku. Kalau kalian takut-takut untuk bicara dan bersikap, relasi itu jadi kaku dan tidak nyaman, bukan?
  • Belum menyadari tujuan relasi itu. Saat seseorang menyukai lawan jenisnya, mereka ingin memilikinya. Setelah berhasil memilikinya, jadi kekasih, lalu mereka menjalani hari-hari indah itu begitu saja. Tanpa menyadari apa yang mereka lakukan dan akan kemana hubungan mereka itu. Nah, jika kalian menyadarinya, kalian akan memiliki cara pandang yang berbeda. Ketahui dan pahami bahwa pacaran atau jalinan asmara itu adalah untuk penjajakan, mengenal satu sama lain lebih dekat, dan untuk jangka panjang.

Coba kamu refleksikan, mengapa kita tidak bosan dengan  teman dekat, saudara, atau orang tua kita? Berarti, sebenarnya kita pun bisa membuat relasi itu kuat, tidak bosan, dan tidak jenuh.  Sebenarnya jenuh seperti apa yang kamu rasakan? Jenuh dengan orang yang sama, lalu ingin pindah ke lain hati? Atau mungkin justru hanya jenuh dengan rutinitasmu sendiri (meskipun akhirnya menyeret-nyeret relasi asmara)?

Supaya tidak mudah jenuh, kita semua perlu belajar. Kedua pasangan kekasih harus bersedia mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut ini beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari atau mengatasi kejenuhan:

  • Terbuka. Jujur. Lakukanlah hal ini, maka kamu akan menikmati relasi yang sehat.
  • Apa adanya. Kamu tidak perlu “selalu” menunjukkan hal baik dalam dirimu. Tunjukkanlah dirimu apa adanya. Jika dia melihat kekurangan itu dan tetap menerimamu, kamu akan menjalani relasi yang sehat denganya.
  • Utarakan rasa tidak sukamu terhadap sikapnya. Jika kamu tidak suka dengan sikap cemburunya yang membuatmu sulit bersosialisasi, sampaikan padanya dengan halus. Lakukan hal itu di saat yang tepat dan saat dia dalam kondisi tenang dan nyaman. Kalau salah waktu, bisa-bisa masalahnya semakin runyam. Katakan padanya, “Sayang, kalau aku dekat sama dia,  kamu kamu jadi bla bla bla. Perasan seperti apa yang muncul? Kira-kira, kenapa bisa muncul pikiran seperti itu? Kamu merasa nyaman dengan perasaan seperti itu? Kalau pikiran itu dialihkan ke hal positif, bagaimana? Mungkin kamu bisa lebih tenang. Aku juga merasa nyaman diberi kepercayaan.”
  • Jujurlah terhadap apa yang kamu rasakah, “Sayang, aku lagi bosen, nih. Bosen, kalau jalan kesini melulu.”
  • Sampaikan ide segarmu. Hal-hal baru dan belum pernah kalian coba bisa memunculkan perasaan segar dan menyenangkan, tentunya. “Sayang, kita traveling bareng teman-teman, yuk!” misalnya.

Itulah beberapa alasan dan tips sederhana untuk mengatasi kejenuhan. Apabila tips di atas sudah diterapkan dan rasa jenuh itu terus melanda, silakan hubungi Psikolog keluarga kamu. Dengan tatap muka denganmu, Psikolog akan lebih mudah menganalisa persoalanmu dan membantumu mencari solusi.

“Salam ceria!”

Artikel terkait:
1. Kita Break Dulu, ya?!