Tags

, , ,


“Heran, deh,” kata si A dengan ekspresi penuh tanda tanya di wajahnya, “pinternya selangit dan nilainya tinggi terus, tapi kalau disuruh presentasi ke depan kelas, badannya langsung gemetaran dan keringat dingin. ‘Nggak pede’ katanya.”

Ngomong-ngomong soal percaya diri, kamu termasuk orang yang percaya diri atau tidak, sih? Pada umumnya, kita akan mengatakan “Emmm…emmm…percaya diri, sih. Tapi, tidak yang terlalu percaya diri. Biasa-biasa saja. Kalau dibilang minder atau rendah diri, tidak juga. Kalau dibilang percaya diri sekali, tidak juga.” Kita sulit menyimpulkan bahwa diri kita ini tergolong percaya diri atau tidak, bukan begitu?

Kalau masih merasa bingung diri kita ini tergolong orang yang percaya diri atau tidak, tenang saja karena ini wajar dan manusiawi. Kita tidak dapat membuat kesimpulan karena  rasa percaya diri itu ada pada area-area tertentu dalam diri kita. Kita percaya diri dengan penampilan fisik, maka kita akan merasa nyaman untuk berjalan melangkah di depan orang banyak. Tapi, belum tentu kita percaya diri untuk melakukan presentasi atau membaca suatu acara. Kita menyadari bahwa kelebihan kita ada pada fisik, bukan pada kemampuan bicara di depan umum. Inilah salah satu contoh bentuk rasa percaya diri.

Rasa percaya diri itu ada pada area-area tertentu dalam diri kita.

Percaya diri itu sebenarnya apa, sih?
Percaya diri merupakan sikap yang memungkinkan seseorang memiliki pandangan realistik yang positif, baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkungannya. Nah, orang-orang yang percaya diri adalah orang-orang yang percaya sepenuhnya pada kemampuan diri mereka. Mereka memiliki keyakinan terhadap kemampuan itu, namun juga melihatnya secara realistis (sesuai pandangan umum). Mereka percaya dan yakin bahwa mereka mampu melakukan apa yang mereka inginkan, rencanakan, dan harapkan. Harapan-harapan mereka bersifat realistis.

Memiliki rasa percaya diri bukan berarti seseorang itu mampu melakukan segala hal.

Kita perlu ingat bahwa prinsipnya rasa percaya diri itu ada pada area-area tertentu. Bedanya, ada orang yang percaya diri pada satu atau dua area saja, ada orang yang percaya diri pada banyak area, bahkan ada yang percaya diri pada hampir seluruh area dalam hidupnya. Area disini bukan berarti tempat atau wilayah,ya. Area yang dimaksud ialah hal-hal, kemampuan-kemampuan, kelebihan-kelebihan yang ada pada diri seseorang. Seseorang yang percaya diri pada kemampuan bicaranya, belum tentu percaya diri pada penampilan fisiknya. Jadi, dia bisa saja pandai bicara atau terdengar menyenangkan saat bicara, namun tidak akan percaya diri jika disuruh berbicara di depan orang banyak.

Ada banyak cerita dari teman-teman tentang kehilangan rasa percaya diri karena mereka diolok, dicemooh, dianggap berlebihan, dan tidak pas. Tapi, untunglah teman-teman itu tidak menyerah begitu saja, mundur,  berhenti belajar, dan putus asa setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan itu. Jika ada di antara kamu yang jua mengalami hal itu, hendaknya kamu tidak bersedih hati. Perlahan-lahan terimalah kritikan itu dan jadikan masukan berharga. Pelajari terus hal yang dianggap tidak pas itu. Pelajari, kemudian praktikan. Pelajari, kemudian praktikan. Pelajari, kemudian praktikan. Ulangi dan lakukan terus menerus, maka kamu akan menguasai hal itu. Learning makes perfect.

Nah, ada cerita lain tentang seorang teman yang memiliki rasa percaya diri “berlebihan”. Banyak orang mengolok dia. Kita tidak tega melihatnya diolok seperti itu. Apa yang harus kita lakukan? Kita khawatir teman kita itu akan tersinggung dengan maksud baik kita. Langkah awal yang kita lakukan ialah dengan bertanya padanya, misalnya: bagaimana dia bisa memiliki rasa percaya diri untuk melakukan hal itu, apakah dia sungguh-sungguh percaya diri, bagaimana pendapatnya mengenai respon teman-teman lain, dsb. Kita perlu tahu apa yang sesungguhnya dia rasakan. Mungkin saja sesungguhnya dia tidak percaya diri, namun bersikap apa adanya, dan pasrah dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. Dia hanya berusaha menunjukkan sesuatu terlihat baik di mata orang lain meskipun kernyataannya jadi over.