Tags

, ,


Ngambek itu adalah ekspresi perasaan kombinasi antara marah, kesal, kecewa, dan ada unsur ingin diperhatikan. Orang yang lagi ngambek, biasanya tidak suka ditanya, “Kok, ngambek, sih?”. Dan, sebaiknya kita jangan menanyakan hal tersebut di saat dia sedang ngambek. Bisa-bisa perasaan marah yang “sedikit” itu menjadi “marah besar”.

Kita akan mengatakan bahwa seseorang mengambek apabila perilakunya berubah jadi lebih diam, memilih menyendiri, dan wajahnya cemberut. Semua orang bisa mengambek, namun semakin bertambahnya kedewasaan seseorang, perilaku ngambek ini akan berkurang.

Ingat, hati-hati membuat kesimpulan bahwa seseorang sedang ngambek. Apalagi kita mengatakan hal itu kepadanya, “Kamu ngambekan”, atau “Kenapa kamu suka ngambek?” Orang dewasa cenderung tidak suka disebut “ngambekan” atau “suka ngambek”. Alasannya ialah “ngambek” ini identik dengan sifat kekanak-kanakan. Apabila seseorang disebut “ngambekan”, dia akan merasa dan berpendapat bahwa dirinya disebut kekanak-kanakan.

Orang dewasa menenangkan diri dan meredakan perasaan negatifnya dengan cara dengan diam, bukan ngambek.

Kita juga perlu tahu, bahwa orang dewasa memiliki cara tersendiri dalam mestabilkan emosi/perasaannya. Dalam meredakan emosinya, orang dewasa biasanya mengambil jarak dan menyendiri dulu untuk menenangkan perasaannya. Jika kita menyimpulkan dan mengatakan bahwa orang tersebut ngambek, itu tidaklah tepat. Seseorang berubah jadi diam bukan berarti ngambek.  Seseorang memilih untuk menyendiri, itu juga tidak selalu dapat diartikan ngambek.

🙂