Tags

, , ,


Pertanyaan ini muncul di belakang layar blog saya. Pertanyaan ini juga mengingatkan saya tentang pengalaman seorang remaja laki-laki yang diajak tawuran oleh seniornya sewaktu SMA. Waktu itu dia menjadi “murid pindahan”, pindah dari Pontianak ke Yogyakarta.  Kakak tingkatnya mengajaknya tawuran setelah tahu bahwa dia berasal dari Kalimantan.

“Orang Kalimantan, kan, jago-jago… punya ilmu, ntar kamu ikutan kita, ya!”  katanya.

Kedengarannya lucu dan tidak nyambung, ya. Mereka berpikir bahwa semua orang Kalimantan punya ilmu alias kebal senjata, kalau tawuran pasti tidak akan luka-luka dan lawan pasti takut. Ya, itu pandangan beberapa orang di Jogjakarta kala itu.

Untungnya, remaja laki-laki tersebut tidak berminat. Waktu itu, mentalnya cukup terjaga karena tergolong religius dalam hal agama dan sedang mengikuti kegiatan yang positif. Ia aktif di klub voli, komunitas gitar,  dan juga ikut network marketing.

“Hehehehe… lihat nanti, ya, Mas”, respon remaja itu saya sambil cengar cengir.

Bagi remaja, menghadapi ajakan seperti itu tentunya suatu persoalan. Remaja menghadapi persoalan yang dilematis. Pilih A atau B. Remaja menjadi bingung menyikapinya. Satu sisi mereka ingin diterima teman-temannya, ingin solid atau setia kawan dengan teman, tetapi di sisi lain remaja juga tahu bahwa tawuran itu perilaku yang salah.

What should I do?
Nah, mari kita sama-sama refleksikan apakah tawuran itu baik atau buruk, apa manfaat dan kerugiannya, apakah yang akan kita pukul/keroyok itu telah berbuat salah pada kita.

Setelah kamu refleksikan semua itu dan merasa yakin bahwa tawuran itu tidak baik dan akan memberi dampak yang buruk, maka mantabkan hati akan pilihanmu. Yakinkan dirimu bahwa, “Aku tidak mau ikut tawuran”.

Nah, setelah kamu mantab dengan pilihanmu, kamu akan mudah menolah ajakan tawuran. Berikut ini ada beberapa alternatif cara menolak ajakan tawuran:
* Menolak ajakan tawuran secara tidak langsung.
Jawaban tidak langsung ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak berani mengambil resiko. Alasan dasarnya karena ia tahu resiko, tetapi takut ditinggalkan oleh teman-teman, dianggap tidak setia kawan, dikatakan pengecut, dan sebutan-sebutan negatif lainnya. Jawabannya cenderung mengalihkan kegiatan, misalnya mengaku mau antar mama, janjian sama kakak, ada acara keluarga, mau jemput papa di bandara, dsb. Banyak alasan untuk menghindar ajakan tersebut. Cara ini halus dan boleh-boleh saja. Namun, jawaban ini tidak akan membuat teman-teman kamu berhenti mengajak tawuran. Jika kali ini kamu tidak bisa ikut, mereka akan mengajakmu lagi di kesempatan yang lain. Dan, tentu saja kalian harus pandai-pandai membuat jawaban yang kreatif dan pandai berakting lagi. Hingga pada akhirnya mereka sadar bahwa kamu sebenarnya memang tidak mau ikut tawuran.

* Menolak ajakan tawuran secara langsung.
Menolak secara langsung mungkin sulit, tapi pasti bisa kamu lakukan. Kumpulkanlah keberanian. Kamu membutuhkan keberanian itu. Kamu juga harus berani jujur dan yakin bahwa tawuran itu tidak baik. Kamu harus siap dengan konsekuensi bahwa “mungkin” kamu akan ditinggalkan oleh teman-teman dan dicap tidak setia kawan.
Kamu dapat mengatakannya dengan tenang, “Maaf, aku nggak ikutan, ya”. Jika ditanya alasannya apa, kamu bisa saja mengatakan sambil bercanda atau pun menjawab serius. Jika bercanda, kamu bisa katakan, “Wah, aku kan malaikat, Bro…cinta perdamaian”. Jika situasinya menuntut jawaban yang serius, kamu bisa bilang dengan jujur, “Aku nggak setuju kalau kita tawuran-tawuran begitu. Mau sampai kapan kita ribut melulu. Aku lebih memilih jalan berdamai, Bro”.

Ingatlah, sikap positif (baik) itu akan diikuti oleh teman-teman kamu. Teman-teman yang memilih tawuran itu masih labil dan keliru memilih sikap. Mereka belum mampu menyadari bahwa pilihan mereka itu keliru. Nah, kamu adalah orang yang sedang berproses menjadi dewasa. Oleh karena itu, kamu sudah mampu membedakan mana sikap baik dan mana sikap buruk. Jadi, kembangkan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam dirimu. Mantabkan dirimu dengan memilih hal-hal yang positif. Segala pilihan yang positif akan membawamu ke hal-hal positif pula.

Cheer up!🙂