Tags

, , , ,


Semua orang yang pernah diputusin, pasti tahu bagaimana rasanya. Ada yang merasa masa depannya hancur seketika itu juga. Ada yang bilang dunia langsung gelap gulita (mungkin waktu itu listrik di rumahnya langsung padam kali, ya). Ada yang langsung mati rasa, tidak bisa merasakan apa-apa; tidak tahu apakah sedang marah, sedih, gembira. Ada yang mengaku “biasa-biasa” saja (sebenarnya sih itu bahasa lain dari “bingung” tapi yang bersangkutan kekurangan kosakata).

Nah, sebenarnya wajar atau tidak, sih, kalau saya merasakan itu semua? Jawabannya adalah “sangat” wajar. Itu manusiawi, kok. Terutama bagi kamu yang menyukai, menyayangi, mencintai, dan menaruh harapan serta impian yang tinggi terhadap sang pujaan hati. Kamu mungkin sudah membayangkan hal-hal indah akan terjadi di masa depan bersamanya. Atau, mungkin sudah punya rencana-rencana khusus, seperti menikah, akan pindah kota, menikah dimana, bagaimana merancang pernikahan itu, dsb. Atau mungkin kamu sudah mengorbankan dirimu. Kamu rela pindah ke kota tertentu demi kekasih dan masa depan kalian. Kamu telah memilih resign dari pekerjaan yang kamu sukai. Dan, mungkin kamu yang perempuan, telah memberikan harga tersuci milikmu kepada sang kekasih tercinta.

Bangkitlah, karena daya tarikmu di saat berjuang melawan kesedihan itu justru akan terpancar & memikat banyak orang

Lalu, apa yang harus saya lakukan?
* Meskipun sedang gundah gulana, tetaplah ingat makan, minum, mandi, cuci muka, dan berganti pakaian. Dengan demikian, kamu akan tetap terlihat fresh. Jangan pernah berharap mendapatkan simpati lawan jenis dengan kondisi seperti itu, “Help me, I’m broken heart now. Please make me feel happy”. Meskipun kamu tidak mengatakan itu, semua itu terbaca dari penampilanmu. Dan jangan pernah berpikir menunjukkan ke mantan kamu bahwa kamu saat ini sedang sekarat. Oh, poor you!

* Lakukan aktivitas kamu secara normal, meski hati kamu sedang hancur berkeping-keping. Fokuslah dengan aktivitas kamu. Fokus artinya delete dulu wajah mantan kamu yang cute itu dari ingatanmu, kalo bisa format ulang memorimu, refresh refresh refresh berulang kali. Jadi, yang kamu pikirkan ialah pekerjaan dan aktivitas yang ada di hadapanmu saat itu.

* Hadapi orang-orang di sekelilingmu dengan senyuman termanismu. Awalnya, mungkin kamu akan bersusah payah membuat bibirmu melengkung indah di wajahmu. Terasa kaku dan berat. Cobalah terus. Nantinya, senyuman itu akan terbentuk natural secara alami.

* Luangkan waktumu untuk bergaul dan berkumpul bersama teman-teman. Dengan demikian, orang lain akan tahu bahwa saat ini kamu tidak terikat dengan siapa pun. Kamu punya waktu luang. Perlahan-lahan mereka akan tahu bahwa kamu berstatus “single“. So, congratulation…they finally know that you are being single. Bersiaplah menerima teman dan relasi dekat yang baru.

* Pepatah lama bilang, “Buka lembaran baru”. Kalau menurut saya, “Pakai baju baru, deh!” Soalnya, kalau pakai baju-baju pemberian mantan, pasti kamu akan terjerembab lagi ke perasaan sedih dan kesal terdalam. Mendingan baju-baju itu disimpan dulu sampai mental kamu benar-benar kuat. Saya tidak menyuruh kamu membuang atau membakar baju itu, loh. Sayang, dong. Apalagi kalau harganya mahal. We have to think logically. Nah, kalau barang-barang yang kurang penting boleh kamu buang, bakar, atau berikan ke orang lain.

* Maafkanlah dirimu, terutama jika kamu yang menyebabkan hubungan itu bubar. Maafkanlah dirimu jika kamu menyesal telah melakukan kesalahan di masa lalu bersama dia. Kemudian, terimalah itu sebagai bagian dari dirimu saat ini. Kamu dan masa lalumu adalah satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Ingatlah, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita jalani sempurna di saat ini. Namun, ada banyak hal-hal yang bisa diperbaiki untuk membangun masa depanmu, yaitu cara berpikir, cara mengolah perasaan, dan cara bertindakmu.

Just do it! And, chin up! :)