Tags

, ,


Teman yang satu bingung karena baru saja diputusin pacarnya, sedangkan teman yang lain lagi bingung karena nggak tahu bagaimana cara  mutusin pacarnya. Akhirnya, kamu pun bingung gimana merespon dua peristiwa itu. Ada-ada saja, ya.

Ya, inilah yang terjadi. Bingung mutusin pacar? Pada umumnya dialami oleh orang yang bertipe penyayang, sikapnya halus, tidak tega menyakiti perasaan orang lain. Orang-orang seperti ini cenderung mengorbankan dirinya demi orang lain. Dia rela bertahan sakit dan tertekan daripada meliaht orang lain menangis dan memohon-mohon padanya.

Satu sisi, kita harus menyadari bahwa pacaran itu ialah relasi untuk mengenal seseorang secara lebih mendalam. Apabila tidak menemukan rasa nyaman, merasa tidak cocok, susah membangun komunikasi, sering berantem karena perbedaan pendapat, jalan terbaik adalah memutuskan hubungan itu. Pemutusan hubungan itu perlu dilakukan demi kesehatan mental masing-masing.

Beberapa hal yang dapat kamu lakukan sebelum membuat keputusan “putus”, yaitu:
* Putus bukan solusi untk lepas dari relasi yang buruk. Jadi, duduklah bareng dan ajak pasanganmu bicara empat mata untuk merefleksikan sikap kalian berdua. Ungkapkan perasaan masing-masing secara terbuka. Katakan apa yang kalian tidak sukai terhadap pasangan, lalu sama-sama menemukan  cara bersikap yang lebih baik.

* Buat komitmen bersama. Setelah berbicara empat mata, lalu apa yang akan kalian lakukan selajuntnya. Jika kalian masih ada keinginan memperbaiki situasi, lanjutkanlah.

* Masa pacaran itu merupakan masa belajar menjalin relasi dengan lawan jenis. Maksudnya, pada masa ini pasangan diharapkan dapat berkembang bersama-sama menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Pacaran tidak sekedar hura-hura, senang-senang, atau jalan-jalan kesana kemari berdua-dua.

* Berkonsultasi dan berkomunikasi. Tanya dan mintalah pendapat ke orang yang lebih dewasa, berpengalaman, dan bijaksana. Jika kalian  ragu apakah sikap kalian benar atau salah, mintalah pendapat orang lain agar lebih objektif. Mungkin menurutmu sikapmu itu lah yang paling tepat, tetapi sesungguhnya keliru. Atau, kamu berpendapat bahwa sikapmu itu keliru, padahal sesungguhnya itu lah sikap yang paling tepat.

Putus paling tepat ialah demi kesehatan mental dua pihak.

Keputusan untuk putus itu pada umumnya terjadi apabila suasana dalam relasi itu sangat tidak nyaman. Efek  rasa tidak nyaman itu mengganggu konsentrasi dalam bekerja atau belajar, bahkan mengganggu relasi dengan orang lain secara luas.

Nah, ada beberapa orang merasa ragu untuk mengucapkan kata putus. Mereka khawatir jika pasangannya nanti stres, sedih berkepanjangan, dan merasa tersakiti. Pacaran atau putus memiliki konsekuensi masing-masing. Putus akan memiliki akibat yang bermacan-macam. Namun, kita pun tidak bisa memaksakan situasi menjadi sempurna sesuai harapan kita. Untuk mengarah ke putus ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.
* Secara tiba-tiba, biasanya mencari saat yang tepat untuk mengatakan kata putus. Namun, kamu harus sabar menunggu peristiwa “tepat” itu. Misalnya; saat pacar kamu melakukan kekerasan fisik padamu, saat pacarmu mengajak/mengeluarkan kata-kata putus, atau saat pacar kamu marah-marah.

* Secara perlahan-lahan, tapi kamu harus konsisten. Misalnya, mulai mengurangi jadwal ketemuan, mulai tidak SMS atau nelpon, mulai tidak mesra-mesra, mulai menunjukkan sikap tidak perhatian, mulai cuek, mulai tidak perduli. Konsisten disini artinya siklus kamu jangan turun naik. Jangan lakukan yang seperti ini:
mesra –> tidak mesra –> mesra –> tidak mesra –> mesra – putus.

Untuk melakukan yang seperti ini, alangkah baiknya dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Lamanya relatif. Intinya jangan tiba-tiba putus tanpa dia tahu penyebabnya. Dengan proses yang lebih “panjang” ini, pasangan kamu akan lebih siap menghadapi perpisahan kalian.

Nah, itu yang perlu kamu ketahui untuk memutuskan hubungan dengan pacar kamu. Tidak perlu bingung. Jika kamu ingin menjadi pribadi yang lebih sehat dan mampu berkembang lebih baik, kamu tidak perlu ragu dalam melangkah.

Chin up!🙂