Tags

, , ,


Tidak perlu malu untuk menanyakan perbedaan fisik dan psikologis. Justru dengan bertanya, kita akan memahaminya dengan tepat. Nah, untuk memahaminya secara jelas, mari kita telaah satu demi satu.

Psikologis adalah persamaan kata dari psikis, mental, atau jiwa. Kita bisa menggunakan salah satu kata itu kok. Ingat, baca dengan benar,  ya! Jangan lupa satu huruf pun! P-S-I-K-O-L-O-G-I-S. Coba ulangi sekali lagi, P-S-I-K-O-L-O-G-I-S. Mengapa tidak boleh salah ucap dan kurang satu huruf? Karena, kalau lupa satu huruf, artinya akan berbeda. Jika membacanya kurang “S”, menjadi PSIKOLOGI. PSIKOLOGI itu adalah ilmunya, yaitu ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau perilaku manusia. Kalau lupa dua huruf, kata itu berubah menjadi PSIKOLOG. Nah, PSIKOLOG itu adalah orangnya alias nama profesi si pelakunya yang menjadi ahli kejiwaan.

Berikut ini adalah penjelasan PSIKOLOGIS atau psikis:
Manusia itu terdiri dari dua bagian, bukan? Yaitu: (1) FISIK dan (2) PSIKIS atau PSIKOLOGIS.
Fisik merupakan kata lain dari raga, tubuh, atau badan. Jadi, segala hal yang bisa kamu tangkap dengan panca indera kita. Termasuk organ dalam tubuh, ya. Sedangkan, psikis atau psikologis itu merupakan hal-hal yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh panca indera. Psikis merupakan kata lain dari jiwa, mental, atau psikologis. Contoh psikis ialah perilaku, isi pikiran, alam perasaan, kebiasaan, dan pengetahuan.

Sakit fisik contohnya:
– Sakit kepala
– Sakit perut
– Sakit di bagian dada
– Sakit karena kulit terluka
– Sakit karena keseleo
– Sakit gigi
– Sakit patah tulang
– Sakit karena stroke
– Dan masih banyak sakit pada bagian tubuh lainya.

Kemudian, contoh masalah psikis atau psikologis tadi:
– Sulit tidur
– Selalu cemas dan was was
– Ada perasaan bersalah
– Berpikir ada yang membahayakan jiwanya
– Merasa sedang diintai atau diintip
– Tidak dapat merespon orang lain ketika ditanya
– Dan masih banyak masalah psikis/psikologis lainnya

Apakah fisik dan psikis itu berkaitan?
Ya, dua hal itu akan saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Contoh fisik yang mempengaruhi psikis/psikologis, yaitu; saat kita sakit perut, pasti pikiran kita tidak tenang dan tidak mampu konsentasi belajar, bukan? Lalu, contoh kondisi psikis/psikologis yang mempengaruhi fisik, yaitu; kalau kita ketakutan akan membuat kesalahan melakukan presentasi di depan kelas, kita akan deg-degan, tangan keringat dingin, dan sering kebelet buang air kecil.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan fisik dan psikologis, bukan?

Semoga bermanfaat dan chin up!🙂