Tags

, , , , ,


Break mesti berapa bulan?

Heh, kamu tanya saya? Kalau menurut saya, kamu dan pasangan lah yang menentukan lamanya break (jeda istirahat dalam pacaran) itu. Kalian yang paling tahu sedalam dan serumit apa permasalahan di antara kalian. Kalian berdua lah yang paling tahu alasan utama untuk break.

Alasan break sangat beragam. Ada yang menjadikan break itu sebagai sarana untuk mengulur-ulur waktu putus karena kamu tidak tega mengatakan kata putus. Ada juga yang ngajak break karena dia plin plan dan tidak tegas dalam membuat keputusan; putus, tapi sayang banget udah pacaran begitu lama; kalau bertahan, kok, rasanya berat sekali. Ada juga yang break karena mencoba untuk mendekati seseorang; kalau tidak diterima, dia tetap pacaran dengan yang lama. Wah, alasan yang ini curang sekali, ya?! Yah, itulah macam-macam alasan kenapa orang break. So, oleh sebab itu durasi break pun akan berbeda.

Meskipun durasi break bisa panjang, bisa juga pendek. Alangkah baiknya kalau break itu tidak bertujuan mengulur-ulur waktu dan membuat waktu seseoran terbuang percuma. Break itu sebaiknya digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi dirimu di masa depan, sungguh digunakan sebagai “jarak” yang memberi ruang gerak bagi dirimu merefleksikan relasi kalian berdua.

Kalau mau break, pikirkan lah terlebih dahulu. Dan, sebaiknya bukan karena disengaja, apalagi sampai merugikan salah satu pihak.

Chin up!🙂

Baca juga artikel terkait:
Huh, Aku Merasa Jenuh Dengan Relasi Ini!
Kita Break Dulu, ya?!