Tags

, , , , , ,


Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana seorang psikiater atau psikolog klinis dapat mendiagnosa seseorang dalam hitungan 2 menit. Apakah bisa? Apakah benar? Apakah sesuai prosedur? Apakah tepat? Lalu, bagaimana caranya? Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “Ya, bisa, benar, tepat, dan harus sesuai prosedur”. Perlu Anda ketahui bahwa pemeriksaan itu butuh jam terbang, latihan, dan kepekaan.

Sesungguhnya, seorang psikiater dan psikolog klinis, mulai “memeriksa” pasien/kliennya sejak pertama kali si klien memasuki ruangan.  Mereka akan menggunakan segenap panca indera yang mereka miliki untuk memeriksa pasien/klien. Mereka akan memperhatikan raut wajah klien, ekspresi, gerak tubuh, langkah, tatapan mata, kebersihan badan, kerapian berbusana, cara bicara, dan juga cara merespon jawaban. Keadaan mental seseorang dapat dilihat dari semua itu. Mereka juga menggunakan indera penciuman untuk mencium bagaimana aroma si pasien/klien, berbau wangi atau tak sedap, masing-masing akan mengarahkan ke diagnosa yang berbeda. Kegiatan yang dilakukan oleh  psikiater dan psikolog klinis itu disebut dengan observasi atau pengamatan.

Kemudian,  psikiater dan psikolog klinis akan melakukan anamnesa, yaitu bertanya ke pasien/klien atau keluarganya. Setelah melakukan observasi atau pengamatan, psikiater dan psikolog klinis akan membangun diagnosa awal di dalam kepalanya. Kemudian, mereka akan mengecek kebenaran analisa sementara itu. Mereka akan bertanya sejalan dengan analisa yang tersimpan di dalam kepala mereka.  Misalnya,  psikiater dan psikolog klinis menangkap bahwa seseorang itu seperti mengalami depresi, maka ia akan bertanya tentang keluhan apa yang dirasakan pasien, bagaimana perasaannya, bagaimana kualitas dan kuantitas tidurnya, bagaimana kualitas pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, dsb. Pertanyaan2 itu akan mengarah ke diagnosa tertentu. Apabila  psikiater dan psikolog klinis menangkap bahwa seseorang mengalami gangguan kejiwaan psikotik, maka ia pun akan menanyakan hal2 yang berkaitan dengan gangguan tersebut.

Itulah cara memeriksa gangguan mental tahap awal. Nah, setelah itu…tentu saja akan ada pemeriksaan lanjutan dan mendalam. Tujuannya tentu saja untuk penegakkan diagnosa yang mantab dan menentukan terapi mental yang tepat.

Nah, itulah perihal pemeriksaan gangguan mental 2 menit ( yang sesungguhnya lebih dari 2 menit ). Semoga Anda tidak ragu-ragu lagi dengan hasil pemeriksaan  psikiater dan psikolog klinis di RS.

Keep your chin up!🙂