Tags

, , ,


Ada kalanya anak-anak menyentuh, menyebut, dan membicarakan organ seksual mereka. Orang dewasa yang mengetahuinya cenderung akan bereaksi, “Jangan pegang-pegang! Malu” atau “Psst, jangan ngomong begitu… dosa!” atau “Anak kecil tidak boleh menyebut-nyebut itu!” dan banyak larangan lainnya. Hingga pada akhirnya, anak-anak pun jadi takut menyebut atau membicarakannya. Bagian organ intim atau kelamin adalah sesuatu yang tabu, hal yang tidak boleh atau tidak perlu dibicarakan.

Nah, menyikapi situasi dimana kita sering mendengar kasus pelecehan sesual pada anak-anak, tentu kita jadi khawatir. Apa yang dapat kita lakukan pada anak-anak kita?

Marilah membuka hati dan pikiran kita beberapa inci agar anak-anak merasa nyaman menceritakan apa yang mereka alami (terkait organ intim mereka).

Ketika anak-anak mulai menyebut atau membicarakannya, berilah sedikit perhatian dengan bertanya, “Ada apa dengan ….”, “Oh, sakitnya seperti apa… mas/mba tadi jatuh?”, “Siapa yang pegang…”, “Bagian mana yang dipegang?”, “Pegang apa?”, “Siapa yang menyuruh memegang?”, “

Beri kesempatan pada anak untuk jujur dengan orang tua mereka. Dari situ kita bisa melatih mereka untuk MENOLAK apabila ada orang lain yang hendak menyentuh bagian intim mereka. Misalnya dengan cara mengatakan:
“Lain kali jangan pegang-pegang punya teman, ya”.
“Kalau ada yang mau menyentuh bagian …. mas/mba jangan mau, ya. Mas/Mba langsung lari dan lapor ke Ibu Guru dan mama/papa”.
“Kalau ada yang nakal dan pegang punya mas/mba, beritahu mama dan papa, ya”.
“Ingat-ingat, kalau ada yang mau pegang-pegang… langsung pergi saja, ya. Kalau ada yang memaksa, boleh berteriak panggil Ibu Guru”.

Demikian, semoga informasi sederhana ini dapat menenangkan hati para Ayah dan Bunda sekalian.