Tags

, , , , , , ,


10527380_10203210161413148_615973476419712487_nSebagai pebisnis di MLM Oriflame yang bekerja secara profesional, saya merasa prihatin dengan pandangan masyarakat mengenai MLM. Hasil penilaiannya terhadap MLM cenderung negatif. Orang-orang yang tidak memahami MLM seringkali menyebut bisnis MLM itu adalah bisnis penipuan. Secara tidak langsung, para pelaku bisnis MLM pun (termasuk saya) masuk kategori penipu. Tentu saja tidak ada pebisnis profesional yang bersedia disebut penipu, bukan? Bisnisnya sudah dilakukan sesuai etika berbisnis. Namun, hanya karena seseorang tidak memahaminya, penilaian negatif itu pun bisa bergulir.

Adanya penilaian negatif itu menunjukkan bahwa masih banyak orang yang kurang memahami apa itu MLM, adanya rasa cemas dan sikap kewaspadaan yang cenderung berlebihan. Mereka belum paham mana bisnis MLM yang bagus dan mana yang tidak, dan apa bedanya MLM dengan Skema Piramida, Sistem Binari, serta Investasi Surat Berantai yang sering merugikan masyarakat. Sekali mereka mendengar kata MLM, langsung “pasang tameng”.

Namun, sikap masyarakat seperti ini sesungguhnya tidak salah. Saya memahami bahwa sikap ini merupakan cara mereka melindungi diri agar tidak mudah terbujuk oleh orang-orang yang berniat menipu. Mungkin mereka pernah mengalami hal buruk sebelumnya. Atau, anggota keluarga mereka pernah mengalami kerugian karena bisnis MLM yang lalu. Memang, tidak saya pungkiri bahwa ada oknum-oknum pelaku MLM yang melakukan penipuan. Ada pula perusahaan yang menipu dengan menggatasnamakan MLM dan memasarkan produk-produk yang tidak berkualitas.

Oleh sebab itu lah saya menulis note ini. Saya berharap note ini bisa menambah wawasan kita semua mengenai MLM. Beberapa bagian note ini merupakan kutipan hasil penelitian Bapak H. Hendri Tanjung, S.Si, MM, M.Ag, M.Phil, Ph.D (ABD) yang berjudul TINJAUAN SYARIAH MULTI LEVEL MARKETING (MLM). Berikut ini adalah penjelasan mengenai MLM secara umum.


Sistem pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing-MLM) merupakan Salah satu sistem bisnis modern. Istilah lain MLM adalah Network Marketing. MLM atau Multi Level Marketing adalah metode atau teknik pemasaran berjenjang dan memakai pendekatan penjualan langsung (direct selling ). Sistem MLM ini memangkas sedikitnya dua pihak dalam jalur distribusi. Produsen tidak perlu lagi mencari perusahaan distributor untuk memasarkan produknya, dan tidak perlu grosir untuk mendistribusikan produk dari distributor ke konsumen, tetapi cukup dengan distributor independen.

MLM

Keunikan sistem MLM ini terletak pada distribusi produknya yang tidak akan dijumpai di toko-toko, swalayan dan warung-warung. Produk diperoleh melalui distributor langsung yang umumnya berupa pribadi-pribadi.

Skema Piramida dan Investasi Surat Berantai, bukan MLM. Skema Piramida dan Investasi Surat Berantai ini mudah dikenali dengan ciri-ciri :

  1. Pungutan biaya pendaftaran anggota yang relatif besar dan sebagian digunakan untuk memberi komisi atau bonus kepada orang yang merekrut anggota baru.
  2. Keharusan setiap anggota untuk membeli produk dalam jumlah besar dengan potongan harga setinggi mungkin. Padahal, harga produk tersebut telah dinaikkan secara tidak wajar. Pembelian produk tidak disertai dengan jaminan uang kembali (garansi), karena produk yang diperjual belikan tidak baik kualitasnya.
  3. Tidak peduli dengan kepuasan pelanggan, sehingga pembeli cenderung menjadi korban.
  4. Tidak ada perjanjian /kontrak tertulis antara perusahaan dengan distributornya.
  5. Tidak adanya pendidikan dan sistem pelatihan yang sistematis untuk para distributor.
  6. Tidak diterima sebagai anggota APLI.
  7. Anggotanya tidak memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan produk atau jasa. Orang yang mendaftar belakangan kurang mendapatkan peluang untuk memperoleh keuntungan. Padahal dalam MLM peluangnya harus sama.

Berdasarkan ciri tersebut, maka banyak sekali sistem skema piramida dan investasi surat berantai berakhir dengan mengenaskan.

Sistem Binari, bukan MLM.

Sistem ini memberikan keuntungan kepada distributornya dari hasil perekrutan semata-mata (bertentangan dengan aturan WFDSA-World Federation Direct Selling Association). Sistem binari ini dikembangkan berdasarkan pola perekrutan dua orang yang diduplikasi terus menerus. Sering juga disebut membeli “kavling” untuk menjadi anggota. Setiap orang dapat menjadi anggota berkali-kali. Sistem ini sering juga disebut kembaran dari skema piramida dan investasi surat berantai. Sistem binari ini lebih merupakan permainan uang (Money Game) secara untung-untungan dengan menjadi anggota. Sistem Binari ini bukan MLM. Sistem ini hanya menarik orang-orang yang enggan bertanggungjawab, malas berusaha dan tidak peduli terhadap orang lain.

Dampak Skema Piramida, Investasi Surat Berantai dan Sistem Binari berbahaya. Mereka sering kali menggunakan kedok MLM dan sistem ini dapat mengakibatkan keresahan politik.

Ada beberapa daya tarik MLM yang membuat orang memasuki bisnis tersebut:

  1. Menciptakan karir bagi diri sendiri. Mereka yang bergabung di bisnis MLM berhak menciptakan karir bagi dirinya
  2. Menawarkan kebebasan dalam bekerja. Bebas menentukan waktu, tempat serta mitra bisnisnya, sekaligus bebas menentukan penghasilan sendiri.
  3. Minimnya resiko finansial yang harus dipikul jika mengalami kegagalan. Seperti diketahui bersama, bahwa yang namanya bisnis itu, tidak ada yang NIR RESIKO. Semua bisnis mengandung resiko. Jika resiko itu dibuat sedemikian kecil dengan MLM, itu sangat mungkin. Tetapi usaha yang tanpa resiko itu bukan bisnis namanya.
  4. Pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan untuk pengembangan SDM. Pengembangan SDM yang intensif ditempuh melalui seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan seperti : Pelatihan Produk dan rencana pengembangan usaha, Seminar usahawan ekspress, Komunikasi Efektif, Dynamic Leadership Seminar, Intensive Leadership Seminar dan Train The Trainer.
  5. Watak sosial dari bisnis MLM yang berkeinginan untuk menolong orang lain. Dengan menolong orang lain, maka diri sendiri akan tertolong dengan sendirinya. Akibatnya timbul solidaritas yang tinggi, tim yang kuat serta sinergi yang optimal.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai MLM dan perbedaannya dengan Skema Piramida, Sistem Binari, dan Investasi Surat Berantai.

MLM berbeda dengan Skema Piramida, Sistem Binari, dan Investasi Surat Berantai. MLM itu bukan bisnis penipuan.

Nah, sudah mendapat gambaran tentang sistem MLM, kan? 

Sistem MLM itu sama baiknya dengan bisnis-bisnis yang lain yang kita lihat di sekeliling kita. Sama baiknya dengan toko-toko yang ada di samping rumah kita. Nilai lah sikap pelaku bisnisnya, produknya, perusahaannya, dan bagaimana detil kerjanya. Sistem MLM itu tidak punya kesalahan apa-apa. Sistem MLM itu sama baiknya dengan sistem penjualan konvensional. Jika suka, profesional, sesuai dengan prinsip hidup, silakan bergabung di bisnis bersistem MLM. Jika ragu, mintalah waktu untuk mempelajarinya. Jika tak mau karena tidak sesuai dengan prinsip hidup, tolaklah dengan baik namun tegas. Tidak perlu menghindar apalagi sampai membuat persahabatan kita renggang. Kuncinya adalah tegas dan sampaikan secara jujur bahwa kita tidak ingin bergabung. Sebelum bergabung di MLM Oriflame, saya pun pernah menolak konsultan MLM. Jadi, bisa merasakan apa yang pembaca rasakan. Bahkan, hingga saat ini pun, saya masih menolak konsultan dari bisnis MLM lainnya.

Bagi rekan-rekan MLM, khususnya Oriflame, mari kita bekerja dengan hati. Kita semua membutuhkan uang, tapi janganlah jadikan uang itu satu-satunya pilar dalam menjalankan bisnis ini. Mari kita bangun pilah-pilar yang lain. Mari kita sampaikan peluang bisnis yang luar biasa ini kepada orang yang sungguh membutuhkan peluang. Mari kita bantu teman-teman kita yang mulai putus asa karena mengalami pemutusah hubungan kerja (PHK) dan tak mendapat pekerjaan. Mari kita bangkitkan kembali mereka yang hampir kehilangan harapan karena bangkrut dari bisnisnya. Bisa saja bisnis Oriflame menjadi salah satu alternatif jalan keluar dari masalahnya. Jika kita mengangkat orang lain, kita pun akan terangkat. Jika kita mau membagi ilmu kepada orang lain, ilmu kita pun akan bertambah. Niscaya, Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberkati dan membantu niat baik kita.

Sumber:
TINJAUAN SYARIAH MULTI LEVEL MARKETING (MLM) oleh Bapak H. Hendri Tanjung, S.Si, MM, M.Ag, M.Phil, Ph.D (ABD).