Tags

, ,


1

Melihat poto ini, penulis teringat cerita perjalanan panjang pertamanya sebagai backpacker, berkeliling ke tujuh negara di kawasan Asia Tenggara seorang diri. Pengalaman itu adalah sejarah yang menguatkan karakter, penuh tantangan, luar biasa buatnya.

“Eh, jangan mikir masa lalu, lu!” sentak seorang kawan mengingatkannya.

“Loh, kenapa dilarang?” tanyanya

“Kebanyakan mikir masa lalu bisa bikin depresi, tahu! Itu katanya psikolog, loh” jawabnya.


Ah, ternyata kalimat para ahli psikologi itu disalahartikan. Sesungguhnya yang dimaksud mengenang masa lalu itu adalah masa lalu yang sifatnya negatif dan menimbulkan emosi negatif, misalnya rasa kecewa dan penyesalan yang berkepanjangan.

Mengenang masa lalu itu boleh-boleh saja, asalkan kita pilah dan kontrol agar tidak berkelanjutan dan membuat kita jadi kehilangan semangat.

Mengenang masa lalu itu tentu saja boleh, terutama saat kita bercerita ke orang lain. Dengan bercerita, kita mengeluarkan kembali memori yang telah kita simpan di benak kita. Dengan bercerita itu kita pun bisa katarsis, mengekspresikan apa yang kita pikir dan rasakan. Semua yang terpendam bisa dikeluarkan. Kita bisa jadi pribadi yang lebih sehat.

Mengenang masa lalu itu boleh, asalkan tidak menjadi aktivitas dominan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, sekarang sudah tahu bahwa kita boleh mengenang masa lalu, kan?
Asal tidak mengenang masa lalu dengan cara yang ekstrim, that’s ok.
Bagaimana dengan kamu?

Salam ceria :)