Tags

, , , ,


aids_16-e1322743262282Tahukah kamu bahwa selain fisik, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) juga memiliki masalah besar dalam hal kejiwaan? Ada kondisi mental yang kompleks menyertainya.

Menjadi ODHA akibat pola hidup negatif tentu berbeda dengan ODHA karena “kesalahan teknis”, misalnya proses transfusi darah. Ada yang “hanya” merasa sedih atau malu, namun ada yang merasa lebih buruh dari itu. Bagi sebagian orang, menangani ODHA cukup dihibur, curhat, dan disuport saja. Namun, bagi psikolog dan psikiater yang memahami kesehatan jiwa, ada hal serius yang perlu ditangani. Kalau kamu melihat ODHA tersenyum, itu bukan berarti mereka telah menerima kenyataan dan ikhlas. Kalau kamu mendengar ODHA berkata, “Saya baik-baik saja”, belum tentu mereka merasakan hal itu. Perilaku dan jawaban itu bisa saja bentuk mekanisme pertahanan diri atau self defense mechanism. Ini adalah istilah psikologi yang dikemukanan oleh seorang dokter tokoh psikoanalisa bernama Sigmund Freud.

Dalam penelitiannya, Chandra, Desai, dan Ranjan dari National Institute of Mental Health & Neurosciences, India, mengemukakan bahwa virus HIV yang menyerang bagian otak akan menimbulkan gejala gangguan jiwa tertentu. Contohnya gangguan mood, gangguan kepribadian, dan gangguan kecemasan. Laporan WHO tahun 2008 memaparkan bahwa persoalan HIV/AIDS dan kesehatan jiwa merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Persoalan mental bisa mengakibatkan HIV, begitu pula sebaliknya. HIV bisa menimbulkan masalah kejiwaan.

Apa peran seorang Psikolog Klinis di Rumah Sakit?
Secara garis besar, seorang Psikolog Klinis berperan untuk menganalisa kepribadian dan mengukur fungsi kognitif-afektif ODHA. Dengan kemampuan ini, Psikolog Klinis dapat membuat status mental yang nantinya berguna untuk menentukan cara terapi dan teknik konseling psikologi yang tepat untuk ODHA. Diharapkan proses itu dapat membantu ODHA agar bisa belajar, bekerja, beraktivitas normal, dan bisa menjalani terapi sesuai rancangan.

***

Sumber:

  1. Management of Mental Health Disorders in HIV-positive Patients dalam http://www.nhts.net/media/Mental%20Health%20Care%20for%20People%20with%20HIV%20Infection%20(37).pdf
  2. HIV/AIDS and Mental Health (Report by the Secretariat) dalam http://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/EB124/B124_6-en.pdf
  3. HIV & Psychiatric Disorders dalam http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15817956

banner-liburan-468x60