Tags

, , ,


image_3-57

Bagi sebagian orang, mengatakan putus itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh perjuangan, butuh persiapan, bahkan sempat membuat galau dan uring-uringan. Namun, bagi sebagian orang lagi, mengatakan putus itu sangat mudah karena hanya berupa susunan kata putus.

Sebelum mengatakan putus, pertimbangkan dahulu apa alasannya. Tanyakan pada hati masing-masing. Apakah benar-benar sudah tidak mampu memahami pasangan? Apakah benar-benar tidak cocok dan tidak nyaman? Apakah sudah tidak ada solusi lagi, meskipun sama-sama sudah mengubah sikap dan kebiasaan? Atau, karena hati kamu sudah beralih ke yang lain?

Tentu saja masing-masing alasan akan menghasilkan reaksi yang beragam ketika salah satu pihak menyampaikan keinginan untuk memutuskan hubungan.

Satu hal yang kita perlu ketahui bahwa keputusan untuk memutuskan hubungan ini tentu akan mempengaruhi perasaan, baik perasaan kita sendiri atau pun pasangan.

Secara keseluruhan, perhatikan hal-hal berikut ini ketika ingin menyatakan putus:

  • Buatlah keputusan dengan kepala dingin
    Kita dapat membuat keputusan terbaik di saat pikiran kita tenang. Dengan ketenangan pula kita mengetahui konsekuensi apa yang akan terjadi. Kita jadi siap menjalani hari-hari setelah keputusan itu disampaikan
  • Susun kata-kata
    Mengapa ini perlu? Ya, tentu saja kita perlu memperhatikan perasaan orang yang (pernah) kita sayangi. Jika memang ingin putus baik-baik, susunlah kata-kata hingga tidak muncul kalimat yang menyakiti atau menghina.
  • Cari waktu yang tepat
    Cari waktu yang tepat, ya. Pikirkan juga waktu si dia. Apakah dia sedang ujian atau sedang dalam kondisi benar-benar membutuhkan konsentrasi dan suasana emosi yang positif. Cari situasi dimana dia sedang dalam kondisi yang baik. Apabila mendesak harus menyampaikan di situasi yang tidak baik, itu boleh saja. Semua pilihan kamu.
  • Sampaikan alasannya
    Sampaikan alasannya, mungkin kamu tidak suka perilakunya yang suka mengatur, terlalu perfeksionis, terlalu menuntut, tidak mandiri, dsb. Dengan demikian kamu justru dapat membantunya menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari. Pengalamannya bersamamu akan menjadi pelajaran berharga bagi hidupnya.
  • Perilaku konsisten
    Konsisten maksudnya apa? Konsisten maksudnya jika kamu sudah mengatakan putus, besok jangan manja-manja dan berperilaku seolah-olah masih jadian. Konsisten lah, berperilaku secara normal sebagai sahabat. Apa yang jadi kebiasaan saat berdua, ada baiknya diubah. Dengan demikian, kamu memberi kesempatan kepada diri masing-masing untuk beradaptasi dengan situasi baru. Situasi dimana tidak ada seorang kekasih disisimu lagi.

Nah, sudah dapat gambaran bagaimana mengatakan putus? Semoga artikel ini dapat membantu kamu-kamu yang sedang galau, ya.

***

 

Advertisements