Brain+iStock.com+efks_mid

Kamu galau memutuskan untuk menikah?
Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda mengenai pernikahan. Hal ini dipengaruhi informasi dan pengalaman yang mereka dapatkan. Jika mereka memiliki informasi yang positif dan pengalaman melihat pernihakan yang bahagia, mereka akan memiliki persepsi yang baik pula terhadap pernihakan. Namun sebaliknya mereka yang menerima informasi negatif serta melihat pernikahan yang bermasalah, persepsi mereka tentang pernikahan pun jadi berbeda. Mereka perpandangan bahwa pernikahan itu adalah kehidupan yang penuh masalah dan membuat pusing kepala.

Memang benar bahwa di dalam pernikahan akan ada banyak hal yang harus diurus. Ketika dua pribadi tinggal di satu rumah, disana mereka akan melakukan penyesuaian satu sama lain. Proses ini ada yang berjalan baik namun ada pula yang berjalan penuh gejolak. Hal-hal kecil yang awalnya tidak menjadi masalah, akhirnya menjadi masalah. Menyatukan ide juga bisa menimbulkan benturan. Pembagian tugas di rumah juga bisa menimbulkan konflik jika tidak ada kata sepakat. Oleh karena itu, hendaknya seorang individu yang akan menikan perlu menyiapkan dirinya, baik secara fisik dan mental. Kesiapan mental berarti ia memiliki kematangan pribadi.

Kematangan pribadi itu apa, sih?
Gunarsa (2000) menyatakan bahwa individu yang memiliki kematangan pribadi adalah yang telah mencapai tingkat kedewasaan, mampu mengembangkan fungsi pikiran dan mengembalikan emosi serta mampu menempatkan diri untuk mengatasi kelemahan dalam menghadapi tantangan baik dari diri sendiri maupun orang lain.

Muhdlor (1994) mengatakan bahwa kematangan pribadi sangat besar artinya bagi pasangan yang berumah tangga. Suami istri yang belum matang dari segi pribadi didalam membina pernikahan akan sering terjadi pertengkaran, percekcokan bahkan kalau dibiarkan terus menerus akan menjurus ke perceraian.

Tidak adanya kematangan pribadi menyebabkan masing-masing pasangan kurang dapat menerima dan memahami pasangannya, tidak ada penyesuaian diantara mereka sehingga mengakibatkan keluarga tidak harmonis. Kematangan pribadi dapat dilihat pada kemampuan penyesuaian diri dan prilaku koping yang positif dalam mengatasi ketegangan, frustrasi, dan konflik. Kemampuan ini selain dapat menjaga keseimbangan, selebihnya juga mendatangkan rasa puas dan bahagia, baik bagi individu maupun orang lain.

Nah, dari definisi di atas kita bisa menyimpulkan bahwa kematangan pribadi ini punya peran penting dalam berumah tangga. Dengan kematangan pribadi, permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, keterbukaan, komunikasi yang baik.

Bagaimana dengan kematangan pribadimu ?

***

Konsultasi psikologi:
Maria Nofaola, M.Psi., CHt, Psikolog
Klik jika ingin Konsultasi Psikologi online

Advertisements