Tags

, , ,


“Today is tanggal 1 Januari 2019, La.”

Kalau mengenang tahun 2018, rasanya tuh kayak rujak buah dikasih cingur, dikasih sayur. Rasanya tuh sweet, a little bit asin, sour, pedes, kelat, trus ada lembek-lembek cingurnya gitu. Secara keseluruhan rasanya…

“Aneh tapi enak! Hehehe…”

Tahunnya baik, harinya baik, nggak ada yang salah dengan semuanya. Hanya saja orang-orang yang dijumpai dalam hidup ada yang bikin kesel, sedih, marah, jueeengkel… namun ada juga yang membuat bahagia dan bawaannya jadi mau bersyukur terus.

Setelah ingat kalimat “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, itu jadi melunturkan emosi-emosi negatif. Marah jadi tenang. Sedih jadi ceria. Benci jadi cinta.

“Ciee… cieee…”

Orang-orang itu tidak menyadari jika perbuatannya menyakiti kita. Mereka tidak tahu bahwa sikapnya itu juga salah. Apalagi yang memanfaatkan statusnya sebagai orang yang lebih “tinggi” dan punya “power”. Mereka bersikap sekehendak hatinya, memberi hukuman tanpa mau tahu kebenaran, serta memperlakukan secara tidak adil. Yang lainnya, ya, karena kekurangpekaan, ketidakpedulian, kebodohan, dan egoisme pribadi saja.

“Perlu dibalas itu, La. Kasih pembelajaran…”

Nggak perlu lah. Setinggi-tingginya kekuasaan manusia, aku meyakini ada kuasa yang lebih besar dari manusia.

“Seseorang itu berbuat seolah-olah kamu itu benda kecil, memasukkan kamu ke dalam kotak, menyembunyikan kotak itu ke lemari, lalu menguncinya. Habis itu kuncinya dia telan.”

Suatu saat akan ada orang yang akan membuka lemari itu untuk mencari benda berharga yang dibutuhkannya.

“Lalu seseorang tadi akan sakit karena perbuatannya sendiri. Dia pasti sembelit.”

Seseorang bisa saja menutup jalan orang lain, tapi ada Dia yang selalu memberi celah keluar di berbagai arah. Seseorang bisa saja menyebabkan sedih, tapi Dia akan memberi penghiburan melalui orang-orang baik hati. Seseorang bisa saja menjatuhkan, tapi ada Dia loh yang senantiasa akan meninggikan seseorang yang direndahkan.

“Jadi, buka mata lebar-lebar. Ada rezeki dari pintu-pintu lain, ambil. Ada orang-orang yang peduli dan menyayangi kita, bersuka citalah. Ada kesempatan yang bisa kita ambil, pilihlah. Ada banyak hal yang perlu kita nikmati dan syukuri.”

Selamat tahun baru 2019 sahabat dan saudaraku semuanya.

Teruslah bersinar dan menebar kebaikan. Kebaikan itu menghasilkan respon baik pula dari orang lain. Kebaikan akan selalu mendatangkan kebaikan, baik dari orang yang pernah kita perlakukan baik, mau pun orang yang belum pernah kita jumpai sebelumnya.

“Cihuy!”
.
.
#Catatan obrolan dengan hati nurani di pergantian tahun 2018 ke 2019.

.
.
Itu adalah isi status facebook saya pada tanggal 1 Januari 2019. Saya sebut itu sebagai orolan dengan suara hati.

Apakah kamu pernah “bicara” dengan dirimu sendiri? Kira-kira seperti obrolan yang saya lakukan tadi. Entah itu saat kamu berada di depan cermin, atau saat duduk seorang diri. Berbicara dengan diri sendiri itu dalam psikologi disebut self talk.

Self talk ini merupakan salah satu latihan mental untuk meningkatkan rasa percaya diri dan performa. Self talk ini disarankan oleh psikolog olah raga dan akhirnya banyak digunakan oleh para pelatih dan altet.

Menurut pendapat dari para ahli di berbagai jurnal ilmiah, self talk adalah sebuah strategi kognitif yang melibatkan aktivasi proses mental untuk mengubah atau mempengaruhi pola – pola pikiran yang ada. Strategi ini terbukti meningkatkan prestasi seorang seseorang.

Nah, bila kamu ingin mengalami perubahan pada dirimu di tahun 2019 ini, coba lakukan self talk dengan cara bersuara (bukan bicara dalam hati). Misalnya “Saya sukses naik jabatan tahun 2019 ini”, “Saya mau jadi penjual terbait tahun 2019”, “Saya jadi pribadi yang lebih tangguh di tahun 2019 ini”, dan lain sebagainya. Ucapkan dengan bersuara dan berulang kali, setiap hari. Maka, perubahan akan terjadi pada dirimu sesuai kata-kata yang kamu ucapkan.

Sukses di tahun 2019 ini, ya.
.
.
Sumber:
https://eprints.uny.ac.id/38073/1/skripsi.pdf

Advertisements