Tags

, , , ,


Hasil gambar untuk creative children

Orang tua kadang-kadang kebingungan karena kehabisan ide untuk mengajarkan sesuatu atau melatih anak di rumah. Padahal kreativitas itu bisa dipelajari, loh. Bila orang tua banyak membaca, banyak mencoba, bersedia mengekspresikan saja apa yang ada di pikirannya, itu sudah melatih diri mengembangkan kreativitas.

Tapi kalau masih mentok juga, yuk, baca tips dari Maria Nofaola, Psikolog Klinis di Pontianak yang senang berkecimpung di dunia anak-anak. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas pada anak:

  • Ajak anak ke lingkungan yang memungkinkan anak bebas berekspresi.
    Anda dapat mengajak anak Anda berjalan-jalan, kemana saja. Baik itu ke mall, ke toko buku, ke pantai, ke puncak, kebun binatang, sawah, atau pun ke taman bermain. Tempat-tempat itu akan memunculkan ide yang berbeda-beda. Semakin sering dan semakin banyak tempat yang dikunjungi, maka semakin banyak pula ide yang muncul dalam benak anak Anda.

  • Beri anak kesempatan agar bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.
    Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir, jangan-jangan anaknya akan membuat kesalahan. Sebaiknya, jangan terlalu khawatir. Kesalahan adalah sesuatu yang wajar dalam proses belajar. Justru dengan adanya kesalahan yang ia buat, anak akan belajar bertanggung jawab. Dan inilah salah satu nilai hidup yang perlu ditanamkan pada Anak.
  • Doronglah anak agar menghasilkan ide-ide yang kreatif.
    Anda bisa melakukannya dengan memberi pertanyaan-pertanyaan, menyampaikan ide-ide kreatif Anda sendiri. Misalnya: ketika berada di pantai, Anda melihat kulit kerang, lalu berkata, “Wah, kulit kerangnya bagus, ya, Dek. Kira-kira bisa dibuat apa, ya? Kalau dijadikan gantungan kunci bagaimana?”
  • Biarkan anak mengetahui bahwa ada cara yang berbeda untuk menghadapi suatu masalah dan doronglah anak untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru.
    Jadi, ketika anak merasa kesulitan,  Anda dapat menyampaikan solusi atau cara yang lain.
  • Berikan sarana dan prasarana pada anak agar dapat mewujudkan ide kreatifnya.
    Anda lah yang menginkan anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, maka Anda harus sadar pula bahwa Anda pun harus menyediakan sarana dan prasarana. Anda tidak perlu menyediakan yang mahal.
    Misalnya:

    Jika anak senang menggambar, maka Anda menyediakan buku gambar dan pewarna.
    Jika anak senang bermain membuat kerajinan tangan, maka Anda menyediakan gunting, lem, dan benda-benda lain yang dibutuhkannya.
  • Tekankan pada proses dan bukan hasil.
    Artinya, Anda sebaiknya tidak melihat sesuatu dari wujud yang dihasilkan saja, misalnya barang yang dibuat bagus atau jelek. Tetapi, lihatlah bahwa anak Anda mau belajar dan berusaha membuat sesuatu yang indah. Hasil pekerjaan anak yang jelek adalah hal yang wajar. Sesuatu akan menjadi lebih baik jika anak mau mengulanginya. Maka lama-kelamaan anak akan menjadi terlatih untuk membuat sesuatu yang bagus.

  • Berikan penghargaan pada anak.
    Penghargaan tidak hanya berwujud benda. Ucapaan yang menyenangkan dan pujian dari orang tua juga merupakan penghargaan bagi anak. Misalnya: “Wah, bagus benar keterampilannya”.
  • Berikan waktu lagi bagi anak untuk menghasilkan ide baru. Karena kreativitas membutuhkan waktu yang panjang, maka kita perlu memberi waktu pada anak untuk menciptakan hal-hal yang berbeda dari sebelumnya. Sebaiknya Anda tidak mengharapkan perubahan yang instant atau serba cepat pada anak Anda. Setiap perubahan membutuhkan waktu, dan waktu yang dibutuhkan setiap anak untuk menjadi kreatif berbeda-beda. Tergantung dari minat anak, kemampuan yang dimiliki anak, sarana, prasarana, dan peran serta orang tua/keluarganya.

Semoga bermanfaat, ya. Salah ceria untuk Ayah dan Bunda. 🙂

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/creative-child_759946.htm

psikolog anak
psikolog di pontianak
konsultasi psikolog anak di pontianak

Advertisements