Tags

, , , ,


Apakah Anda Sudah Asertif ? Kalau “Ya”, berarti Anda telah berperilaku sehat.

Asertif dalam bahasa Inggris jika diterjemahkan artinya “tegas”. Asertif pada konteks psikologi maksudnya kemampuan untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan keinginan secara jujur pada orang lain tanpa merugikan atau merusak perasaan orang lain.

Berperilaku asertif itu tidak hanya untuk mengungkapkan perasaan senang saja, tetapi juga perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan.

Apabila kita mampu mengungkapkan perasaan negatif (marah, jengkel) secara jujur sesuai dengan apa yang kita rasakan tanpa menyalahkan orang lain, maka kita telah mampu berperilaku asertif.

Bagaimana jika perilaku kita membuat orang lain dipermalukan atau direndahkan?

Jika Anda mengungkapkan perasaan dan mengakibatkan orang lain dipermalukan, direndahkan, dilecehkan, dan dirugikan… berarti Anda telah melakukan kekeliruan. Anda telah berperilaku AGRESIF, bukan asertif.

Berarti, lebih baik diam saja, dong?!

Apabila Anda diam saja, tidak mengungkapkan pikiran dan perasaan Anda pada orang lain, kemudian menggerutu saja dalam hati, maka Anda berperilaku TIDAK ASERTIF.

Orang yang berperilaku asertif memiliki karakteristik, antara lain:

  • Mampu dan terbiasa mengekspresikan pikiran dan perasaan pada orang lain
  • Meminta pertolongan pada orang lain pada saat membutuhkan pertolongan
  • Sering bertanya pada orang lain pada saat sedang bingung
  • Pada saat berbeda pendapat dengan orang lain, mampu mengungkapkan pendapatnya secara jujur dan terbuka
  • Memandang wajah orang yang diajak bicara pada saat berbicara dengannya
  • Mampu berkata “tidak” pada saat tidak ingin melakukan suatu pekerjaan.

Sisi baik berperilaku asertif :

  • Lawan bicara juga memiliki kebebasan untuk mengungkapkan apa yang dirasakan
  • Tidak berperilaku agresif pada orang lain, bahkan menerima kehadiran orang lain dengan sikap terbuka
  • Kedua belah pihak yang berkomunikasi merasa nyaman, tidak ada yang merasa ingin menyakiti lawan bicaranya dan tidak ada yang merasa disakiti hatinya
  • Tidak ada pihak yang merasa disalahkan, dihina, dirugikan oleh perasaan “jelek” lawan bicaranya
  • Lawan bicara tidak terpancing untuk memberi respon yang emosional
  • Perasaan jadi “plong” karena tidak ada yang “mengganjal” di hati, dan relasi pun menjadi baik

Bagaimana bisa menjadi orang yang asertif ?

        Caranya mudah! Ikuti saja tips berikut ini untuk menumbuhkan perilaku asertif:

  • Berusaha dan biasakanlah bicara dengan percaya diri
  • Berusaha dan biasakanlah untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan jelas pada orang lain
  • Biasakanlah memandang wajah orang yang Anda ajak bicara ketika berbicara
  • Biasakanlah mengungkapkan pendapat kita secara jujur dan terbuka pada orang lain
  • Apabila Anda tidak ingin melakukan suatu pekerjaan, maka katakan “tidak”
  • Responlah perasaan Anda dengan cara yang sehat untuk menghindari perilaku agresif.

Nah, itu dia tips menjadi pribadi yang asertif. Oya, ngomong-ngomong kamu tergolong asertif atau tidak, sih? Share dong pengalamannya. 🙂

 

Jika mencari psikolog di pontianak silakan hubungi Maria Nofaola.
psikolog pontianak
psikolog anak di pontianak
konsultasi keluarga

Advertisements