Tags

, , , ,


Seringkali kita mengalami masalah psikologis yang berpengaruh pada menurunnya kondisi fisik tubuh.

Kenapa bisa begitu?

Stres (perasaan tertekan), konflik batin, atau permasalahan pribadi seringkali membuat nafsu makan menurun, sakit kepala, pegal-pegal, dsb. Nah, hal inilah yang disebut sebagai sakit fisik yang berkaitan erat dengan keadaan psikis yang disebut psikosomatis.

PSIKOSOMATIS adalah gangguaan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis (kejiwaan, mental, rohani) dan sosial. Jika emosi negatif (perasaan tidak nyaman) menumpuk dan memuncak, maka dapat menyebabkan terjadinya goncangan dan kekacauan dalam diri seseorang. Jika penyebab memuncaknya emosi itu terjadi secara berkepanjangan (terus-menerus) dan tidak dapat dijauhkan, maka tanpa sadar seseorang dipaksa untuk selalu berjuang menekan perasaannya. Perasaaan tertekan, cemas, kesepian dan kebosanan yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kesehatan fisik.

Gejala psikosomatis merupakan akibat dari gagalnya seseorang bertahan terhadap serangan kecemasan yang berlangsung di bawah sadar.

Hal yang menyebabkan terjadinya suatu kecemasan bisa bermacam-macam. Namun, jika hal tersebut merupakan sesuatu yang menakutkan, dorongan terlarang atau apa pun yang tak dapat diterima oleh diri Anda, maka dorongan tersebut cenderung ditekan ke dalam alam bawah sadar sehingga menjadi tidak terpenuhi atau terpuaskan.

Untuk memulihkan kesehatan penderita psikosomatis tidak cukup bila hanya dilakukan pendekatan medis. Persoalan psikologis yang menjadi penyebab tentu juga harus diatasi.

Di sisi lain, sebagian orang mengakui dirinya memiliki persoalan psikologis (kecewa, sedih, ada konflik), tetapi cenderung melihat bahwa persoalan tersebut disebabkan orang lain atau keadaan yang tak dapat diatasi.

Dalam keadaan demikian kita tidak melihat kemungkinan penyebab dalam diri kita sendiri dan tidak akan melihat alternatif penyelesaian dari dalam diri sendiri.

Padahal, sebenarnya banyak persoalan dapat diatasi. Justru menemukan akar masalah di dalam diri kita sendiri dan mampu menemukan alternatif pemecahan dimulai dari diri kita sendiri.

Jadi, terbukalah pada orang terdekat bila sedang memiliki masalah. Jangan pendam sendiri. Bila tidak ada orang yang bisa mendengarkan masalah Anda, datanglah ke psikolog yang akan selalu siap mendengarkan dan membantu.

psikolog pontianak
Psikolog di pontianak
psikolog anak
butuh psikolog untuk anak

Advertisements