Tags

, , , , ,


Pernahkah Anda mendengar istilah “tantrum”?

Istilah tantrum atau lengkapnya temper tantrum biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku marah pada anak berusia di bawah 5 tahun, dimana anak suka merengek-rengek, berteriak-teriak, menangis, menjerit-jerit, membanting barang, memukul-mukul dirinya sendiri atau merusak barang-barang di sekitarnya

Cara menghadapi

Kalau kita menghadapi anak sedang “ngamuk”, hendaklah bertindak bijaksana agar anak tidak berkembang menjadi anak salah asuhan. Berikut ini disajikan beberapa cara umum menghadapi anak mengamuk:

  • Tetap tenang, tidak perlu menjadi panik, ribut, bahkan berteriak-teriak. Sebaiknya, saat anak sedang mengamuk tidak perlu terlalu diperhatikan. Biarkan anak tahu bahwa perilakunya tidak dapat diterima. Berilah perhatian ketika anak sudah tenang.
  • Jangan menyerah pada tuntutan anak yang ngamuk. Jika kita menyerah pada tuntutan, anak akan menggunakan perilaku ngamuk itu sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Akibatnya anak akan semakin sering mengamuk.
  • Jika anak mengamuk, pindahkan ke lingkungan yang aman dan bebas dari bahaya. Misalnya kamar kosong atau halaman luas.
  • Jika anak mengamuk di tempat umum, bawa anak ke dalam mobil atau tempat lain yang sepi.
  • Anak tidak perlu diberi hukuman karena perilaku ngamuk pada prinsipnya juga tidak memerlukan hadiah ketika anak menjadi tenang.
  • Jangan pedulikan komentar orang di sekitar yang mungkin merasa kasihan dan iba saat melihat anak sedang mengamuk atau tidak setuju dengan sikap kita membiarkan anak mengamuk.
  • Ajari anak cara-cara yang lebih baik untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, dan latihlah anak untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lebih baik.

Nah, apakah Ayah dan Bunda sudah mendapat gambaran? Dicoba, lalu sharing hasilnya disini, ya.

Informasi lebih jelas mengenai tantrum atau mengamuk dan penanganannya, silakan hubungi psikolog pontianak Maria Nofaola.