Tags

, , , , , , , ,


B47F5319-25E3-4070-8E7D-4CE4319BC58ETahukah kamu bahwa sejak adanya lockdown karena pandemi Covid-19 di berbagai tempat bahkan negara, hasil riset menemukan bahwa angka kekerasan di dalam rumah tangga meningkat.

Ini jadi topik bahasan yang menarik di grup WA Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).

Menurut kamu mengapa hal ini terjadi?

“Mungkin karena mereka stres ketika harus stay di rumah lalu muncul perilaku memukul.”

Ya, analisa ini berdasarkan ilmu neuropsikologi tergolong benar. Ketika seseorang mengalami stres, terjadi ketidakseimbangan di otak yang mengakibatkan amigdala sebagai pusat emosi bekerja lebih dominan. Sedangkan frontal korteks yang berfungsi sebagai mesin pembuat keputusan tidak bekerja secara optimal.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ketika ada stimulus atau sikap yang tidak nyaman di hatinya, seseorang yang sedang mengalami stres langsung memukul saja tanpa berpikir panjang. Atau langsung bersikap semaunya sehingga melukai perasaan. Ingat kan, kekerasan itu tidak hanya fisik? Kekerasan itu dapat berupa fisik seperti pukulan, cubitan, dan tendangan. Kekerasan berupa non fisik dapat berupa pengabaian, penelantaran, kata-kata kasar, dan sikap tidak nyaman lainnya.

Nah, kalau kamu stres, cepat-cepat yuk cari solusi dan keluar dari kondisi stres itu. Jika tidak, akan semakin banyak orang yang akan kamu sakiti, termasuk dirimu sendiri.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Carilah bantuan psikolog profesional untuk mengatasi stres. Jangan menunggu stres sudah berat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Stay at home and healthy, ya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Model: me 😊
📸: me myself 😆